POTO DOK NBT KUS – KUS DAN UDANG Di sebuah telaga di daerah suku mee papua , hiduplah kuskus, karena mengingat kesunyianya ...
Sabtu, 23 Juli 2016
SEPASAN AYAM HANTU
05.50.00
POTO DOK NBT SEPASAN AYAM HANTU Jam berapa pun kau bangun, kau pasti mendengar sura pintu terbanting. Pasangan ayam itu berla...
Ini sudah hari ke empat Nina kelihatan murung. Kian hari wajahnya semakin mendung dengan mata nanar dan bisu
05.46.00
POTO DOK NINA Ini sudah hari ke empat Nina kelihatan murung. Kian hari wajahnya semakin mendung dengan mata nanar dan bisu. Kerjan...
Kehidupan Nikah di Akhir Zaman TAHUN 2000
05.41.00
POTO DOK NBT A Kehidupan Nikah di Akhir Zaman TAHUN 2000……………. Kemajuan teknologi yang pesat mewarnai hari-hari yang akan data...
Langganan:
Postingan (Atom)
Sabtu, 23 Juli 2016
KUS – KUS DAN UDANG
![]() |
POTO DOK NBT |
KUS – KUS DAN UDANG
Di sebuah telaga di daerah suku mee papua, hiduplah kuskus, karena mengingat kesunyianya sendiri maka kus-kuspun
bersahabat dengan seekor udang. Persahabatan tersebut sangatlah kuatnya.
Pada suatu hari si udang jatuh sakit. Badannya
sangat lemah.
Dengan setianya si kus-kus menunggui temannya itu.
Sudah beberapa hari si udang tidak enak makan. Maka si kus-kus berusaha
mengajaknya. Namun si udang hanya mau makan kalau diberi makan hati kura-kura.
Mendengar permintaan si udang, Si kus-kus
menjadi sangat sedih. Sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu.
Kura-kura adalah hewan yang sangat ganas, kuat dan dibungkusi tubuhnya berupa
batu, hanya hidup di tempat- tempat tertentu itu. Namun akhirnya ia memutuskan
juga untuk mencarikannya.
Maka iapun meloncat-loncat dari pohon ke
pohon hingga sampai ke sebuah pohon yang
batangnya menjorok ke danau. Dengan perlahan si kus-kus melobangi sebutir biji
jambu . Setelah itu, iapun masuk ke dalam biji tersebut itu. Dari dalam biji
itu ia masih dapat menggerogoti tangkai buah jambu itu.
Tak lama kemudian buah jambu itu sudah
terlepas dari tangkainya dan tercebur ke danau
itu. Ombak danau itu sangat besar, sehingga dalam waktu tidak lama, buah
jambuh itu sudah berada ditengah laut
danau itu. Tiba-tiba datanglah seekor kura-kura besar. Dengan segera ia menelan
buah jambu tersebut tampa mengunya
langsung menyelang bulat-bulat. Setelah kus-kus itu berada di dalam perutnya
kura-kura, si kus-kus itu memulai mengigit
hatinya kura-kura itu. Kura-kura itu menggelepar-gelepar menuju pinggir
danau. Sesampainya di pinggir danau, kura-kura tersebut itu sudah kehabisan
tenaga dan akhirnya mati.
Dengan senang hati si kus-kus itu membawa
hati kura-kura itu untuk sahabatnya. Dengan ajaibnya setelah memakan hati
kura-kura, Si udang menjadi sembuh total. Ia meloncat-loncat dengan gembiranya.
Ia pun berjanji akan menolong si kus-kus kalau ia sakit di hari kemudian.
Oleh Yulius pekei mahasiswa PBSID,FKIP,
USD.
SEPASAN AYAM HANTU
![]() |
POTO DOK NBT |
SEPASAN AYAM
HANTU
Jam berapa pun kau bangun, kau pasti
mendengar sura pintu terbanting. Pasangan ayam itu berlarian dari satu ruangan
ke ruangan lain. Berpegangan tangan, mengangkat barang–barang, menyaruhnya
disana, membuka pintu menutupnya lagi. “ dia menaruhnya disini” kata si ayam
betina.
“ dan ayam jantang menjawad,” oh ,disini juga.’
‘ ia juga ada di loteng sana” kata ayam betina
berbisik. “ dan juga di taman,” sahut jantang.
Tenang sekali mereka tidur , kata mereka
bagimana kalau kita banggunkan saja mereka. Tetapi bukan itu sebenarnya yang
membuat aku bangun, mereka mencarinya, mereka membuka tirai itu, kata mereka.
“ sekarang mereka telah menemukannya, kata ayam
betina. Salah satu dari mereka membaca buku, kemudian berdiri dan memandangi
seluruh ruangan.
“ rumah ini benar-benar kosong, pintu-pintu masih
terbuka hanya burung-burung merpati yang berkisau dan derungan mesing pemotong
kayu yang meraung dikejauan sana” katanya.
Untuk apa aku masuk kesini? Apa yang
inggin aku cari? Saut ayam jantang. Mungkin harta karung jagoo ada diatas sana?
Jagun, beras
itu ada di sana . Dan juga dibawah sini taman masih seperti dulu, hanya
ada buku itu yang terselip diantara rerumputan. Tetapi mereka menemukan
kebahagiaan itu diruangan tengah, mesti tak orang pung pernah melihat mereka.
Kata jendelah mengambarkan padi , memantulkan gambar bunga; semua daun tampak
hijau diantara rerumputan itu. Jika mereka pindah keruangan tengga, beras-beras
itu hanya mengubah warna sisi putinya. Tetapi beberapa saat kemudian, jika
pintu itu terbuka mereka menyebar ke lantai menggantung di dinding, mengantung
di atap lalu apa? Tanganku masih kosong. Bayangan sebuah taman melintas dikarpet
itu; dari keheningan paling dalam, merpati pelastik itu bersuara.
“ aman,aman, aman. Nadi rumah itu bergetar pelan.
“ harta karung itu “ ruangan itu...” nadi itu berhenti sejenak. Oh, apakah itu
harta karungnya?
Sebentar kemudian lampu padam. Mungkin ayam-ayam
itu keluar ke taman? Tetapi pohon-pohon itu menggiling kegelapan menjadi cahaya
matahari yang mengesangkan. Begitu hangat dalam lembut itu bawa sorot
lampu yang dapat membakar jendela itu.
Kematian bermulah dari jendela itu saat ajal berdiri di tengga-tengga kami. Dan
ajal datang ke betina itu dulu, ratusan tahun silam, meninggalkan rumah, dan
menyegel semua jendelah ; ruangan-ruangan menjadi gelap gulita. Jantang itu
meninggalkan rumah itu, meninggalkan dirinya, pergi ke utara, ketimur, melihat bintang
bintang berlarian ke selatan, mencari rumah itu lalu menemukanya terpendam di
ujung fajar.
“ aman,aman, aman,aman, denyut rumah itu bergetar
bahagia. Harta karunmu itu milikmu”.
Angin menyapu jalanan, pohon pohon
menggoyangkan batangnya. Sementara cahaya bulan menerjang. Butir- butir hujang mulai turung tetapi sorot
lampu itu cepat jatu kebawah jendelah. Liling-liling masi terbakar dan melele,
pasangan ayam itu berkelana mengitari
rumah, membuka jendelah berkata dengan berbisik agar kami tidak terbangun.
Mereka mencari kebahagiaan sendiri.
“ disini dulu kita tidur, kata ayam betina. “
ratusan ciuman kudaratkan ke bibirmu, sambut ayam- ayam jantang. “ jalan-jalan
dipagi hari memandang cahaya perak di batang pohon. Ketika musim panas
menyambut dan musim dingin menyajikan salju. Pintu pintu menutup pelang jauh
disana. Pelang sekali seperti denyut jantung.
‘ lihat” katanya pelan sambil tangan menunjuk ke
arahku dan suamiku. Mereka sedang tertidur nyenyak bisah aku lihat cinta pada
bibir-bibir mereka. Mereka berenti tepat pada diatas kami, memegang lampu bercahaya perak keemasan
itu. Kemudian diam mematun untuk waktu yang cukup lama. Anggin merasuk ke kamar
cahaya lampu berkibar pelang.
Aman,ama,aman,aman, jantung rumah itu
berdenyut bangga.
‘setelah bertahun tahun , desa ayam. Kau menemukan
aku lagi.
Ya, aku selalu menemukanmu disini, si ayam betina
itu mulai gugup menanggis,.
Yulius pekei mahasiswa PBSID, FKIP, USD,
Ini sudah hari ke empat Nina kelihatan murung. Kian hari wajahnya semakin mendung dengan mata nanar dan bisu
![]() |
POTO DOK NINA |
Ini sudah hari ke empat Nina
kelihatan murung. Kian hari wajahnya semakin mendung dengan mata nanar dan
bisu. Kerjanya setiap hari bangun dengan masai lalu duduk termenung.Sebetulnya
itu bukan urusanku. Karena Nina bukan siapa-siapaku. Ia hanya menyewa sebuah
kamar di rumahku. Ia tinggal bersamaku baru dua bulan ini. Tetapi entah kenapa
aku langsung menyukainya.Rumahku tidak terlalu besar. Juga tidak terlalu bagus.
Sederhana saja. Rumahku berada di kampung yang dindingnya rapat dengan tembok
rumah sebelah. Ada tiga kamar kosong. Tetapi aku tinggal sendirian. Karenanya
aku menyewakan kamar-kamar kosong itu untuk menunjang hidupku di samping aku
membuka sebuah warung kelontongan kecil di depan rumah.Penghuni kamar pertama
adalah Anita. Ia cantik dan selalu wangi karena ia bekerja sebagai seorang
beauty advisor kosmetik terkenal di counter kosmetik sebuah plaza megah. Anita
supel, periang dan pandai berdandan.Kamar kedua dipakai oleh Tina. Ia juga
cantik. Katanya ia bekerja di sebuah restaurant. Tetapi yang mengantarnya
pulang selalu bukan laki-laki yang sama. Kepulan rokok mild juga tidak pernah
lepas dari bibirnya yang seksi.Tetapi aku bukan tipe pemilik kost yang rese’.
Mereka kuberi kunci pintu supaya bila pulang larut malam tidak perlu
mengetuk-ngetuk pintu dan membuatku terganggu. Aku tidak terlalu pusing dengan
apa pun yang mereka kerjakan. Toh mereka selalu membayar uang kost tepat waktu.
Bukan itu saja, menurutku, mereka cukup baik. Mereka hormat dan sopan kepadaku.
Apa pun yang mereka lakoni, tidak bisa membuatku memberikan stempel bahwa
mereka bukan perempuan baik-baik.Nina datang dua bulan yang lalu dan menempati
kamar ketiga. Kutaksir usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Paling-paling
hanya terpaut dua tiga tahun di bawahku. Ia tidak secantik Anita dan Tina,
tetapi ia manis dan menarik dengan matanya yang selalu beriak dan senyumnya
yang tulus. Ia rapi. Bukan saja kamarnya yang selalu tertata, tetapi
kata-katanya pun halus dan terjaga. Ia membuatku teringat kepada seorang
perempuan yang nyaris sempurna. Perempuan di masa lampau yang…ah…aku luka bila
mengingatnya.Oh ya, Nina juga tidak pernah keluar malam. Ia lebih banyak berada
di rumah, bahkan ia tidak segan-segan membantuku menjaga warung. Kalaupun ia
keluar rumah, ia akan keluar untuk tiga sampai empat hari setelah menerima
telepon dari seseorang laki-laki. Laki-laki yang sama.Bukan masalah
kemurungannya saja yang aneh bagiku. Tetapi sudah dua minggu terakhir Nina
tidak pernah keluar rumah. Bahkan tidak menerima atau menelepon sama sekali.
Yang tampak olehku hanyalah kegelisahan yang menyobek pandangannya. Dan
puncaknya adalah empat hari terakhir ini."Nina, ada apa? Beberapa hari ini
kamu kelihatan murung…," aku tidak bisa mengerem lidahku untuk bertanya,
ketika kami hanya berdua saja di rumah. Warung sudah tutup pukul sepuluh malam.
Anita dan Tina belum pulang. Tetapi Nina kulihat masih termangu dengan mata
kosong.Ia menoleh dengan lesu setelah sepersekian menit diam seakan-akan tidak
mendengarkan apa yang aku tanyakan. Kemurungan tampak menggunung di matanya
yang selalu beriak. Tetapi ia cuma menggeleng."Apa yang sekiranya bisa
Mbak bantu?" aku tidak peduli andai ia menganggapku rese’.Lagi-lagi hanya
gelengan. Ia masih duduk seperti arca membatu. Tapi mampu kubaca pikirannya
gentayangan. Rohnya tidak berada di tubuhnya. Entah ke mana mengejewantah.Nina
memang tidak pernah bercerita tentang dirinya, tentang orang tuanya, asalnya,
sekolahnya, perasaannya, atau tentang laki-laki yang kerap meneleponnya. Aku
sendiri juga tidak pernah menanyakannya. Mungkin ada hal-hal yang tidak ingin
dia bagi kepada orang lain. Maka biarlah ia menyimpannya sendiri. Bukankah aku
juga seperti itu?Sepi terasa lindap, seakan menancapkan kuku-kukunya mengoyak
angin yang terluka. Hening itu benar-benar ada di antara aku dan Nina. Aku
merasa tersayat. Karena sunyi seperti ini sudah kusimpan lima tahun lamanya.
Kenapa sekarang mendadak hadir kembali?Lalu aku bangkit dari dudukku, mengambil
satu seri kartu sebesar kartu domino. Tetapi yang tergambar bukan
bulatan-bulatan merah. Tetapi berbagai macam bentuk berwarna hitam. Aku
menyimpannya sudah lama. Sejak mataku selalu berembun, lalu embun itu menitik
di ujung hati. Sejak sepi yang tanpa warna mulai mengakrabi aku. Sejak itulah
aku mulai berbagi resah dengan kartu-kartu ini. Mereka banyak memberiku tahu
tentang apa saja yang aku ingin tahu.Anita dan Tina sering melihatku bermain
dengan kartu-kartuku di tengah malam ketika mereka pulang. Sejak melihatku
bermain dengan kartu-kartu ini, mereka juga sering ikut bermain. Ada saja yang
mereka ceritakan padaku melalui kartu-kartu ini. Jualan yang sepi, para
langganan yang pelit memberikan tips sampai kepada pacar-pacar mereka yang
datang dan pergi.Aku menyulut sebatang dupa India. Aromanya semerbak langsung
memenuhi ruangan. Aku suka. Setidaknya mengusir hampa yang sejak tadi
mengambang di udara. Kukocok setumpuk kartu itu di tanganku. Kuletakkan di atas
meja di depan Nina."Mari, temani Mbak bermain kartu. Ambillah satu…,"
ujarku.Mata Nina memandangku. Bibirnya tetap rapat. Tetapi matanya mulai
berembun. Dengan sebuah gerakan lamban tanpa semangat ia mengambil sebuah
kartu. Lalu membukanya."Ah! Hatimu sedang kacau, sedih, kecewa, tidak
menentu. Kau terluka," gumamku ketika melihat kartu yang dibukanya.Seperti
aku dulu…, aku melindas gelinjang rasa yang sudah lama kupendam.Aku mulai
membuka kartu-kartu berikutnya. "Kau sedang memikirkan seseorang,…ah
bukan…kau merindukannya…penantian… jalan panjang…menunggu…kau menunggu seorang
laki-laki?""Ya," suaranya gamang terdengar seperti datang dari
dunia lain.Kuteruskan membuka kartu-kartu itu. "Menunggu… halangan…
perempuan…dia beristri?" kutanya ketika tampak olehku gambaran seorang
perempuan di atas kartu itu."Ya," kali ini suaranya seperti cermin
retak berderak. Ia luka sampai seperti sekarat.Kurasakan derak-derak itu sampai
menembus batinku. Kenapa seperti yang pernah kurasakan lima tahun
lalu?"Kamu mencintainya, Nina?""Amat sangat!" kali ini ia
menjawab cepat.Kuhela napas panjang. Kubiarkan kartu-kartu berserakan di antara
aku dan Nina. Kulihat jantungnya seperti bulan tertusuk ilalang."Tetapi ia
mengecewakanku, Mbak. Ia mengkhianati aku." Ia tidak mampu lagi
menyembunyikan suara gemeretak hatinya yang bagaikan bunyi tembikar
terbakar."Ia mengkhianati kamu? Bukannya ia yang mengkhianati istrinya? Bukankah
ia sudah beristri?" aku bertanya, berpura-pura bodoh karena berusaha
menyingkirkan masa lalu yang mulai menggigiti sanubariku. Perih itu masih
terasa."Ya. Dia beristri. Tapi istrinya jahat sekali. Ia ingin
meninggalkannya. Ia mencintaiku. Kami punya rencana masa depan," jawabnya
naïf dan lugu.Astaga! Seperti itukah diriku lima tahun silam? Aku benar-benar
seperti melihat cermin diriku.Kepulan asap dupa melemparku ke kepulan asap lain
yang sama pekatnya lima tahun yang lalu. Aku berada di dalam kepulan-kepulan
asap rokok tebal dari mulut para lelaki berduit yang kutemani duduk-duduk,
minum, sampai ke kamar tidur. Para lelaki yang mabuk kepayang karena
kecantikanku sebagai primadona di sebuah wisma di kompleks hiburan malam. Para
lelaki kedinginan yang butuh kehangatan. Para lelaki kesepian yang butuh
pelukan. Para lelaki yang tidak tahu lagi ke mana bisa menghamburkan uang
mereka yang berlebihan."Istrinya jahat bagaimana? Namanya istri ya wajar
saja dia tidak suka kalau suaminya berhubungan dengan perempuan lain,"
sahutku enteng atau tepatnya aku sudah terbiasa untuk
"mengenteng-entengkan" jawaban yang ujung-ujungnya akan membuatku
terluka. "Yang salah, ya suaminya. Sudah beristri kok masih bermain api.
Tetapi namanya laki-laki ya begitu…," sambungku pelan.Laki-laki memang
begitu, desahku. Laki-laki memang suka bermain api. Laki-laki memang suka
mendua. Seperti para lelaki yang datang dan pergi di atas ranjangku. Mereka
terbakar hangus gairah memberangus, haus sampai dengus-dengus napas terakhir.
Lalu mereka pergi setelah sumpalkan segepok uang di belahan dadaku."Tetapi
Bayu tidak seperti itu!" sergah Nina cepat. "Bayu mencintaiku, Mbak!
Ia tidak akan meninggalkanku."Ya! Prihadi juga tidak seperti laki-laki
lain. Ia juga mencintaiku. Prihadi tidak seperti laki-laki lain yang meniduriku
dengan kasar. Ia bahkan sangat lemah lembut untuk ukuran "membeli"
kehangatan dari seorang perempuan seperti aku. Karena Prihadi, maka aku tidak
mau menerima tamu yang lain. Ia menginginkan aku hanya untuknya, maka ia
membeli dan menebusku dari induk semangku. Lalu ia membawaku keluar dari wisma
itu dan membelikan aku sebuah rumah kecil. Ia pahlawan bagiku. Ia tidak
meninggalkanku. Bahkan memberikan benih kehidupan baru yang tumbuh di dalam
tubuhku. Aku bahagia sekali. Tetapi kemudian aku memutuskan untuk
meninggalkannya.Kuputuskan untuk meninggalkan Prihadi ketika istrinya datang
menemuiku dengan begitu anggun dan berwibawa. Berhadapan dengan perempuan yang
begitu berkilau, tinggi, langsing dengan kulit kuning, ayu dengan wajah
priyayi, tutur katanya lemah lembut, membuatku benar-benar merasa rendah dan
tidak ada artinya. Ia sama sekali tidak menghardik atau mencaci-makiku. Ia
sungguh nyaris sempurna untuk ukuran seorang perempuan, kecuali…belum bisa
memberikan anak untuk Prihadi!"Kamu Ningsih? Aku istri Prihadi. Namaku
Indah."Oh, ia sungguh-sungguh seindah namanya."Aku tahu hubunganmu
dengan suamiku," ujarnya dengan menekankan benar-benar kata
"suamiku" itu. "Dan aku tahu kamu pasti perempuan
baik-baik," lagi-lagi ia memberikan tekanan dalam kepada kata-kata
"perempuan baik-baik" yang jelas-jelas ditujukannya kepadaku.
"Sebagai perempuan baik-baik, kamu seharusnya tidak menjalin hubungan
dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun," kali ini ia
menekankan setiap kata-katanya sehingga membakat wajahku terasa
panas."Nina, sebagai perempuan baik-baik, seharusnya kamu tidak
berhubungan dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun…,"
aku mengulangi kalimat yang kusimpan lima tahun yang lalu untuk Nina. Sebetulnya
itu klise, bukan? Hanya sekadar untuk menutupi gundah gulanaku yang entah
kenapa merayapi seluruh permukaan batinku."Tetapi, Mbak, Bayu
mencintaiku…," Nina menjawab. Jawaban itu juga yang kuberikan lima tahun
yang lalu kepada perempuan yang nyaris sempurna itu.Tetapi ketika itu, ia
justru memberikan senyum manisnya. Ia benar-benar tanpa ekspresi marah.
"Laki-laki biasa seperti itu. Tetapi kamu kan perempuan baik-baik.
Walaupun Prihadi menggoda, mengejar dan mencintaimu, tetapi bukankah sudah sepantasnya
kamu menolaknya? Kamu kan tahu kalau dia sudah beristri?" lagi-lagi ia
membuatku pias.Aku berusaha mem-photocopy kata-kata usang itu untuk
Nina."Tetapi aku juga mencintai Bayu," ia melenguh getir.Kurasakan
getir yang sama ketika aku memberikan jawaban itu pula kepada istri Prihadi.
Bahkan waktu itu aku masih memberikan tambahan jawaban. "Aku mengandung
anak Prihadi…." Kuharap dengan jawabanku itu ia tidak akan mengusik
perasaanku dengan kata-katanya yang lemah lembut tetapi terasa menampar-nampar."Baiklah,
aku mengerti kalau kamu mencintai Prihadi," ia tertawa pelan tetapi
sungguh terasa kian menusuk-nusuk.Astaga! Ia tertawa! Terbuat dari apakah
perempuan ini?"Kalau kau mencintai seseorang, maka kau akan melakukan apa
saja yang akan membuatnya bahagia kan?" Ia pandai sekali bermain kalimat.
Sebentar kalimat pernyataan, sebentar kalimat tanya. Tetapi tidak ada satu pun
dari kalimatnya yang membakatku merasa nyaman.Hei! Konyol benar! Sudah
syukur-syukur ia tidak memaki-makimu…, cetus batinku."Ya, aku akan melakukan
apa saja untuk membuat Prihadi berbahagia.""Nah, kau tahu kalau
Prihadi adalah tokoh masyarakat yang cukup terkenal dan disegani di kota ini,
kan? Ia memiliki kedudukan, kekayaan, karisma, dan nama baik. Apakah bisa kau
bayangkan bagaimana reputasi Prihadi kalau sampai terbongkar mempunyai hubungan
dengan perempuan lain…dan bahkan mempunyai anak di luar nikah?"Oh…ia
mempunyai tata bahasa yang sempurna! Ia sama sekali tidak menggunakan kata-kata
kasar. Ia memakai istilah "mempunyai hubungan dengan perempuan lain",
ia tidak mengatakan "mempunyai simpanan bekas pelacur", ia mengatakan
"anak di luar nikah", ia tidak mengucapkan "anak haram".
Apakah itu berarti ia menghargaiku? Tetapi kenapa aku justru tidak merasa dihargai?
Aku justru merasa dipermalukan. Ataukah memang pantas aku
dipermalukan?"Bagaimana? Apakah situasi itu akan baik untuk
Prihadi?""Tidak," aku tidak mempunyai pilihan lain kecuali
kata-kata itu.Ia tertawa pelan tetapi kali ini benar-benar seperti tawa seorang
algojo yang berhasil memengal kepala seorang tawanan yang sama sekali tidak
melawan."Lalu bagaimana caramu untuk membuat Prihadi bahagia? Kamu tidak
mau merusak semua yang sudah dimiliki Prihadi, kan?" Ia benar-benar algojo
yang sempurna. Ia memenggal kepalaku tanpa rasa sakit sedikit pun.Tinggal aku
yang menggelepar, terkapar, tanpa pernah merasa sekarat meregang
nyawa."Kalau kamu mencintai Prihadi, tinggalkan dia, gugurkan kandunganmu.
Kamu pergi jauh dan memulai kehidupan baru. Aku akan membantumu. Kamu cantik
sekali, Ningsih. Aku yakin, tidak akan sulit bagimu untuk mencari laki-laki
baik yang belum beristri," ia menutup eksekusinya dengan kata-kata pelan
tetapi penuh tekanan. "Jelas? Kuharap kamu cukup pandai untuk bisa
mengerti semuanya," tandasnya.Lalu tidak banyak yang bisa kubantah ketika
ia "membantuku" menyelesaikan semuanya. Ia melakukan transaksi jual
beli atas rumah yang kutempati. Ia menggantinya dengan sejumlah uang yang lebih
dari cukup. Ia mengantarku ke dokter dan membayar semua ongkos
"mengeluarkan" calon kehidupan yang bersemayam di tubuhku. Ia
membelikan aku tiket pesawat. Ia mengantarku sampai ke bandara. Ia memeluk dan
mencium pipiku, lalu berbisik, "Selamat menempuh hidup baru, Ningsih.
Tolong, jangan ganggu kehidupan Prihadi. Terima kasih atas pengertianmu. Kamu
memang perempuan yang baik…"Oh! Ia benar-benar perempuan yang
sempurna!Sampai pesawatku tinggal landas, aku tidak bisa menitikkan air mata
sama sekali. Apa yang perlu kutangisi? Perempuan itu tidak memaki atau
menghinaku. Bahkan ia "membantuku" dan memberiku banyak uang untuk
memulai kehidupan baru di kota yang jauh dari mereka. Terasa jutaan sembilu
menikam-nikam. Hatiku terasa sakit tetapi mataku hanya bisa mengembun.Sejak
itu, aku berteman dengan kartu-kartu ini. Kartu-kartu ini pemberian induk semangku.
Aku belajar dari dia membaca kartu-kartu ini. Dahulu, dari kartu-kartu ini, aku
tahu apakah aku akan mendapat banyak tamu atau tidak? Apakah Prihadi akan
datang atau tidak.Ah, kutepis nama itu cepat-cepat.Aku melanjutkan jalannya
kartu-kartu yang masih berserakan di atas meja. Aku tidak mau mengingat masa
lalu yang sudah sekian lama kukubur. Aku tidak mau menoleh ke belakang karena
sangat menyakitkan. Toh, dengan uang yang kubawa, aku bisa membangun kehidupan
baru, membeli rumah ini, membuka warung kecil, menerima kos-kosan, bertemu
Nina…"Halangan…rintangan…rindu…ah…ia tidak mempunyai uang!" Aku
berusaha mengalihkan rasa lukaku dengan membaca kartu-kartu Nina. Lagi-lagi
ramalan itu yang kubaca dari kartu-kartu yang bertebaran. "Bingung…perempuan…halangan…Ia
merindukanmu juga. Tetapi ia bingung bagaimana harus menghadapi istrinya,"
cetusku.Nina tertawa sumbang. "Bayu memang tidak punya uang. Istrinya yang
kaya. Istrinya yang memegang kendali perusahaan. Istrinya sudah mengetahui
hubungan kami. Dia lalu mengusirnya keluar dari perusahaan. Sekarang ia
menghindar dariku, Mbak! Ia lebih mencintai kekayaan istrinya daripada
perasaanku!""Bayu mengecewakanku, Mbak," sentaknya. Kali ini
embun-embun di matanya berguguran menjadi rintik hujan. Mengalir deras menganak
di lekuk-lekuk pipinya. "Bayu menipu hatiku, Mbak! Ia takut tidak bisa
hidup kaya bila pergi bersamaku. Aku benci padanya!" Hujan itu sudah
menjadi badai. Riuh rendah bergemuruh seakan puting beliung yang akan
merubuhkan apa saja. Lara berkubang seperti seonggok daun-daun gugur di matanya
yang tersayat."Apa yang kau inginkan darinya?""Aku ingin dia
sakit…sesakit yang kurasakan!"Aku tercenung. Sesakit itu pula yang pernah
kurasakan. Betapa rasa benci itu melebihi rasa sakit. Aku juga benci setengah
mati kepada Prihadi. Kenapa ia tidak mencariku kalau ia mencintaiku? Kenapa
sejak istrinya yang begitu sempurna itu menemuiku, ia juga tidak pernah muncul?
Lalu ketika istrinya "membantuku" untuk menyelesaikan semuanya, ia
juga tidak ada kabar berita? Padahal sudah kucari seakan sampai ke ujung dunia.
Apakah itu sudah merupakan kesepakatan mereka berdua?Akhirnya, aku merasa
pencarianku sia-sia. Ia kucari sampai ke ujung mimpi. Kubatin, kupanggil,
kunanti, dengan seluruh pengharapan dan kerinduan. Tetapi ruang hampa yang
kudapati. Sehingga, kuputuskan untuk bersahabat saja dengan rasa benci dan rasa
sakit. Mungkin akan menjadi lebih ramah dan menyenangkan. Ternyata benar.
Membenci lebih mudah daripada memaafkan. Sakit lebih nikmat daripada
pengharapan. Jadilah rasa benci dan sakit yang kusimpan untuk Prihadi.Malam
demi malam, kusumpahi kandungan perempuan yang nyaris sempurna itu. Aku tidak
rela menggenapi kesempurnaannya sebagai seorang perempuan dengan seorang anak,
sementara ia menyuruh dokter untuk menyendok dengan mudah sebiji kacang hijau
kecil di dalam rahimku. Biarkan ia juga menikmati sepi yang sama seperti sepi
yang dibelikannya untukku.Sejak malam itu, malam-malam Nina juga menjadi sibuk.
Nina menjadi sangat menyukai malam seperti aku. Setiap malam, ia mengirimkan
rasa sakit yang dirasakannya kepada Bayu. ***
Kehidupan Nikah di Akhir Zaman TAHUN 2000
![]() |
POTO DOK NBT |
AKehidupan Nikah di Akhir Zaman
TAHUN 2000…………….
Kemajuan
teknologi yang pesat mewarnai hari-hari yang akan datang dan itu menggembirakan
sebab membawa banyak faedah bagi umat manusia. Tetapi selain itu di hari-hari
yang akan datang itu kita juga melihat dosa bertambah-tambah di mana-mana
dengan luar biasa, sehingga banyak kehidupan terluka dan rusak, bahkan banyak
yang hancur total. Kemajuan teknologi tidak dapat menghentikan
pertumbuhan dosa yang sangat merusak ini. Tidak ada yang dapat
menghentikan nafsu-nafsu jahat dan kotor di dalam hati manusia, bahkan
justru kemajuan teknologi itu mempercepat laju kebejatan manusia.
Misalnya:
Alat-alat KB dengan teknologi modern yang canggih itu menolong banyak umat
manusia; tetapi yang rusak moralnya, yang berkeras hati dalam
perbuatan-perbuatan dosanya, itu tambah “aman” dengan segala hasil teknologi
yang canggih ini sehingga makin ganas, liar menjadi-jadi dan baru sadar sesudah
kena …. AIDS!
NUBUAT ALKITAB
Apakah
Allah sudah mengetahui perkembangan ini semua? Bahkan apakah Allah tahu
bagaimana bentuk kehidupan manusia dalam hari-hari yang akan datang ini?
Ya!
Ada banyak nubuat dalam Alkitab yang menceritakan bagaimana bejatnya manusia
akhir zaman, supaya orang-orang yang percaya Tuhan Yesus berjaga-jaga dan yang
mau terlepas dari kerusakan (yang membinasakan jiwa dalam neraka kekal) jangan
ikut segala kenajisan dosa itu.
Kejadian 6:2, 5 Maka dipandanglah oleh anak laki-laki Allah akan anak
perempuan manusia sebab elok parasnya, lalu diambilnyalah bagi dirinya akan
bini barang siapa yang disukainya. Maka dilihat Tuhan kejahatan manusia itu
terlampau banyak di atas bumi dan pada sediakala segala akal pikiran hatinya
jahat semata-mata (TL)
Ini
adalah keadaan pada zaman Nuh, dan ini akan terulang lagi pada akhir zaman ini.
Matius 24:37-38 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula
halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman
sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari
Nuh masuk ke dalam bahtera.
Pikiran
manusia hanya penuh dengan makanan enak, hidup mewah dan sex. Semua kehidupan
orang berdosa arahnya ke sini. Tetapi orang-orang yang percaya kepada Tuhan
Yesus lepas dari segala pengaruh yang membudaya ini, budaya dosa.
Salah
satu dari nubuatan tentang jeleknya moral manusia di akhir zaman ini
diceritakan dalam kitab nabi Daniel. Perilaku manusia akhir zaman ini
digambarkan seperti perilaku binatang yang mau menuruti nafsunya tanpa malu dan
tanpa batas.
Daniel 7:5 Dan nampaklah seekor binatang yang lain yang kedua, seperti
Beruang. Ia berdiri pada satu sisi dan adalah tiga tulang rusuk di dalam mulut
nya di antara gigi-giginya, dan demi- kianlah mereka berkata kepadanya:
Bangkitlah, makanlah daging banyak- banyak! (TL, TB, KJV).
Beruang
adalah binatang yang sama buas dan jahatnya dengan singa (Nud 3:10 Hos
13:7-8 1Sam 17:34 Ams 28:15).
(Salah
satu tanda bahwa bumi sudah berubah menjadi damai dan sejahtera ialah: beruang
tidak lagi mencarik-carik mangsa nya, tetapi sudah berubah menjadi seperti
Lembu yang makan rumput Yes 11:7).
Daniel 7:17 Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat
raja yang akan muncul dari bumi.
Artinya: Inilah raja-raja dalam dosa yang hidupnya seperti
binatang buas, jahat, keji seperti beruang.
Raja
dalam dosa, dengan bebas tanpa rem menuruti hawa nafsunya; begitu limpah dalam
kedagingan dan hawa nafsu (2Pet 2:10; 3:3), tidak ada rasa takut akan
Allah dalam matanya (Maz 36:1) durhaka, tidak mau tunduk, tidak mau
diperintah (1Tim 1:9) dan buas seperti singa, menyesatkan dan
menjatuhkan orang beriman ke dalam dosa (1Pet 2:18, 1Pet 5:8).
Orang
yang bergaul dengan dia akan terpengaruh sehingga rusak rohaninya, seolah-olah
orang itu dirobek-robek sebagai mangsanya sehingga hancur berantakan kehidupan
rumah tangganya (Tit 1:11).
Jumlah
orang seperti ini akan limpah pada akhir zaman, dan orang- orang beriman yang
tidak berjaga-jaga akan diseret dalam segala kenajisan dosanya. Hebat!
Dalam
Wahyu fatsal 13, sifat ke empat binatang ini terkumpul dalam binatang Antikris
itu, tetapi dalam Daniel 7 diuraikan dalam 4 binatang, sehingga kita lebih
mudah mengikuti perkembangannya.
Sebelum
antikris muncul, orang-orang yang seperti raja-raja dalam dosa ini akan limpah
bermunculan dan Antikris adalah puncaknya.
KAKI BERUANG
Dalam
Wah 13 kaki binatang Antikris itu seperti kaki beruang. Jadi sifat-sifat
beruang yang dipakai di sini terutama kakinya.
Apakah artinya?
Kaki
itu untuk memikul berat badan dan untuk berjalan. Ia memikul beban beruang,
artinya beban hawa nafsu saja. Seluruh hidupnya untuk hawanafsu atau kedagingan
saja. Inilah kerinduan dan cita-citanya.
Kejadian 6:3 Maka Firman Tuhan: Bahwa RohKu tidak akan berban-
tah-bantah selama-lamanya dengan manusia, karena hawa nafsu jua adanya,
melainkan tinggal lagi panjang umurnya seratus dua puluh tahun (TL. Lihat juga
ayat 5).
Beban
hidupnya semata-mata untuk menuruti hawa nafsu kedagingan saja.
1Timotius 5:6 Tetapi yang mencari kesukaan itu hidup seperti mati (TL).
Beban
dan tujuan hidupnya hanya untuk bersenang-senang, makan minum, kawin,
berlazat-lazat, berkelahi memuaskan nafsunya dan sebagainya. Tidak peduli dosa
atau tidak, yang penting asalkan hatinya puas. Mereka bertambah-tambah terus di
dalam dosa sampai hukuman jatuh atasnya, baru mereka terpaksa berhenti menuruti
hawa nafsunya.
Mereka buta dan sesat sebab:
1.
Mereka mengira bahwa inilah jalan yang menyenangkan, tetapi sesung- guhnya ini
jalan kematian. Bukan jalan sejahtera (Rom 3:17).
Amsal 14:12-13 Adalah jalan yang disangka orang betul adanya, tetapi
akhirnya kelak menjadi jalan kepada maut. Lagi dalam tertawa pun hati akan
merasai sakit, dan akhirnya kesukaan itu kedukaan juga (TL).
Orang-orang
yang buta dalam dosa akan berduyun-duyun berjalan dalam jalan lebar yang ramai
ini, tetapi akhirnya kebinasaan.
Matius 7:13-14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah
pintu dan luaslah jalan menuju kebinasaan, dan banyak orang yang masuk
melaluinya; Karena sesaklah pintu dan sempit lah jalan yang menuju kepada
kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.
2.
Mereka mengira bahwa cara hidup demikian ini dari kehendak dirinya sen- diri,
keinginannya sendiri, tetapi sebetulnya mereka “diperbudak” setan, diperhamba (Rom
7:18, Gal 5:17, Yoh 8:34).
Jangan
mau diperbudak setan. Tiap orang Kristen seharusnya bebas dari perhambaan
setan, kalau mau. Kita dapat menang di dalam Kristus.
Tuhan
Yesus sudah menang untuk kita di Golgotha. Terimalah kemenangan atas dosa
dengan iman.
Roma 6:11 Demikianlah juga kamu wajib menghisabkan (KJ: memper-
hitungkan) dirimu mati lepas dari pada dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam
Kristus Yesus (TL).
Kita
harus membuang segala keinginan daging ini.
Kolose 3:9b kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuan- nya.
Galatia 5:16 Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh (KJ: berjalanlah di dalam
Roh), maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (lihat juga Roma 8:13).
Keinginan
daging harus disalibkan dan dimatikan (Gal 5:24 Kol 3:5) terus menerus (2Kor
4:10), baru ada beban untuk pekerjaan Tuhan dan dengan sukacita mau tunduk
dan taat dipimpin oleh Roh Kudus seperti Paulus. Janganlah berjalan dalam cara
hidup seperti beruang ini (1Pet 4:2). Orang yang berjalan menuruti hawa
nafsunya akan masuk jerat iblis yang lebih dalam (Luk 21:34).
BERDIRI PADA SATU SISI ( = PINCANG)
Tidak
lurus, tidak jujur.Orang yang berjalan menuruti hawa nafsunya itu tidak akan
berjalan jujur, tetapi hidupnya bengkok (Pil 2:15).Hawa nafsu itu tidak
tahu aturan dan tidak jujur, selalu berdusta asal dapat menuruti kehendak
dagingnya.Inilah ciri-ciri raja dosa, selalu berdusta atau sombong dan
lain-lain. Semua dosa itu sejenis, yaitu gelap dan tiap-tiap dosa akan
beranakkan dosa- dosa yang lain lagi.
3 TULANG RUSUK DI MULUT
Rusuk
= istri.
Kejadian 2:22 Dan dari rusukyang diambil Tuhan Allah dari manusia itu,
dibangunnyalah seorang perem puan (istri), lalu dibawanya kepada manusia itu.Rusuk seharusnya di dalam dada, ini
yang patut, yang betul dan baik, bukan digigit dalam mulut.Ini mencerminkan
hidup nikah yang rusak, yang tidak wajar, tidak seperti yang seharusnya.Binatang
ini adalah binatang nubuatan di akhir zaman. Inilah ciri-ciri kerusakan hidup
nikah di akhir zaman yang tepat ada di muka kita.
Kerusakan-kerusakan hidup nikah itu
ialah:
1. ISTRINYA TIDAK LAGI SATU,
(jumlahnya
bukan lagi 1+1=1) tetapi lebih.
Kejadian 6:2 Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan
manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara
perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukaimereka.
Mereka
kawin dan mengawinkan seperti binatang, lebih dari satu, dengan siapa saja yang
disukainya, baik dalam pikiran dan dalam perbuatan.
Dalam
nikah yang suci, 1 istri, 1 suami, 2 menjadi 1.
Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu. Karena
itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Bukan
3 menjadi satu atau 4 menjadi 1, tetapi 2 menjadi 1. Lebih daripada itu najis (Ibr
13:4). Raja-raja dalam dosa ini penuh dengan kenajisan semacam ini. Dalam
masyarakat umum, kebebasan dan kesempatan untuk mengulurkan hawa nafsu
perzinahan seperti ini akan makin limpah, sehingga hampir semua rumah tangga
kena racunnya. Di mana- mana hidup nikah menjadi retak, pecah, cerai bahkan
hancur berantakan.
Juga
banyak rumah tangga Kristen yang:
a.
Tidak berdiri di dalam kebenaran Firman Tuhan, yaitu percaya dan sung-
guh-sungguh memegang rumus Firman Tuhan: “2 menjadi 1″ (Mat 19:6).
b.
Tidak penuh dengan kuasa Rohkudus tidak akan dapat bertahan dalam zaman yang
semakin rusak ini dan akhirnya ikut hancur. Juga syarat pelayanan di akhir
zaman tetap “suami seorang istri” (1Tim 3:2) sekalipun dalam dunia hal
ini sudah kuno, sebab mereka mempunyai kebebasan dalam kebudayaan yang “baru”).
Peganglah
prinsip nikah ini dengan banyak berdoa dalam Roh, kalau tidak rumah tangga akan
hanyut dalam arus perzinahan ini dan hancur, rohani hancur, akhirnya di Neraka.
2. DI DALAM MULUT.
Mulut
ini untuk merasakan/ menikmati. Mereka mengambil istri hanya untuk dirasakan
dengan hawa nafsunya saja, sebagai mangsa atau akibat perbudakan hawa nafsunya
belaka.
Sebab
itu hidup nikah seperti ini tidak tahan lama. Hanya sebentar, sebab nafsu itu
cepat bosan. Rumah tangga menjadi tawar, rusak dan berantakan.
Nafsu
itu tidak stabil, tidak setia, tidak tetap, dapat cepat berubah, ingat 2Sam
13:15 habis manis sepah dibuang.
Nafsu
itu seringkali tidak mengandung kasih. Nafsu dan Kasih itu tidak sama. Ingatlah
akan laba-laba betina yang besar nafsunya tetapi tiada kasih.
Ada
sejenis binatang dari golongan laba-laba yang mempunyai naluri sex yang kuat,
tetapi tidak mempunyai kasih. Laba-laba betinanya sangat kuat dan sangat besar
dibandingkan dengan yang jantan (yang sangat kecil).
Pada
waktu musim kawin, laba-laba jantan mendatangi sang betina; tetapi segera
selesai, si jantan langsung melompat lari secepat kilat! Mengapa? Sebab kalau
si jantan tidak lari, ia akan dibunuh dan dimakan oleh sang betina “kekasihnya”
yang sangat lapar!
Ada
naluri sex (bahkan sangat besar) tetapi tidak ada kasih.
Definisi
Kasih menurut dunia dan menurut Alkitab itu lain. Dunia sulit membedakan antara
nafsu dan kasih.
Tetapi
Firman Tuhan memberikan definisi yang jelas tentang kasih/ cinta ini (1Kor 13).
Nafsu itu tidak dapat menunggu, egoistis, tidak berani korban, suka mencuri,
tidak berjalan dalam terang, tidak tahu aturan dan seterusnya. Jangan hidup
menuruti nafsu saja seperti beruang ini. Jangan meniru cara raja-raja dosa ini,
kawin hanya berdasar- kan hawa nafsunya saja, sehingga lekas bosan lalu kawin
berulang-ulang dan bersundal tanpa batas dan tanpa malu. Semua orang- orang
yang akan menikah hendaknya memilih istri dalam hal yang kudus dan hormat (1Tes
4:4).
3. DIGIGIT DI ANTARA GIGI-GIGI
Tulang
rusuk itu untuk menjadi istri, menjadi badan, untuk dicintai dan dilindungi (Ef
5:28-29), bukan untuk digigit. Istri bukan untuk digigit dan sewaktu-waktu
diludahkan keluar.
Istri
itu seperti badan/ tubuh bagi suami (yang menjadi kepala dari tubuh tersebut).
Kalau
“kepala” dan “tubuh” dipisah, mati. Firman Tuhan tidak mengizinkan perceraian
dengan alasan apapun jua (Mat 19:6). Perceraian itu dosa perzinahan dan
jahat. Niat ceraipun tidak boleh, itu merusak keharmonisan dan ketenangan rumah
tangga. Kalau hati sesudah penuh dengan dosa, lebih-lebih dosa perzinahan, maka
kasih suami istri menjadi tawar. Dengan istri sendiri tidak cinta, tetapi
“cinta” (=bernafsu) dengan perempuan lain. Kalau tidak ada kasih, tetapi dekat
terus satu sama lain, maka akan timbul kebosanan, mudah salah faham, mudah
berkelahi kemudian benci sehingga niat perceraianpun tumbuh makin kuat. Suami
atau istri yang mempunyai niat cerai, (sebab dosa-dosa zinah sudah masuk), akan
saling bergigit-gigitan terus, dan saling telan menelan.
Galatia 5:15 Tetapi jikalau kamu sa ling menggigit dan saling menelan,
awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Tidak
ada damai, selalu ribut dan berkelahi. Sedikit-sedikit sudah berkelahi dan
saling menyakiti, seperti tulang- tulang rusuk yang digigit beruang ini. Ini
keadaan yang tidak baik dan tidak betul. Ini hidup nikah yang rusak.
Jangan
saling menggigit, tapi saling mengasihi. Orang yang rusak hidup nikahnya (atau
kesucian bujangnya) juga rusak hidup rohaninya dan ini kerusakan yang berat,
sebab ini erat hubungannya dengan kerusakan hidup kekalnya.
Zinah
itu dosa yang lain dari pada yang lain (1Kor 6:18, 2Kor 7:1), itu
merusak rencana Allah yang indah dalam hidup seseorang (Kej 49:1-4 Mat 1:25).
Taburlah
hidup ini dalam kesucian, baik waktu bujang juga waktu sudah menikah, maka kita
akan heran dan penuh syukur melihat penuaian yang indah dari Tuhan (Gal
6:7-8).
ORANG-ORANG BERKATA KEPADANYA.
Ini
perkataan orang banyak, masyarakat pada umumnya. Ini sudah menjadi umum,
menjadi kebudayaan “baru” diakhir zaman ini yaitu kebudayaan hawa nafsu,
kebudayaan porno, kebudayaan daging. Akan ada kesempatan yang limpah untuk
menuruti hawa nafsu, di mana-mana di seluruh dunia. Sebab ini sudah menjadi
kebudayaannya bahkan menjadi kemuliaannya (Pil 3:19). Kalau tidak di rem
oleh Allah (dengan penyakit-penyakit yang hebat seperti AIDS, Hepatitis-B dan
lain-lain, sesuai dengan nubuatan Firman Tuhan dalam Wah 2:22,
maka lebih banyak lagi orang-orang beriman yang gugur dalam kebudayaan dosa
yang hebat di akhir zaman ini.
Wahyu 2:22 Tengoklah, Aku akan menjatuhkan dia sakit ke atas tempat
tidurnya, dan mereka itu yang berzinah dengan dia masuk ke dalam kesusahan yang
besar, kecuali mereka itu bertobat daripada mengikut segala perbuatan perempuan
itu (TL).
Jangan
ikut orang banyak dalam dosa.
Keluaran 23:2a Jangan engkau turut- turut kebanyakan orang melakukan
kejahatan,
Keluarlah dari segala kebudayaan yang bejat ini, supaya
jangan sama-sama kena hukumannya.
Wahyu 18:4 Lalu aku mendengar suara lain dari Surga berkata: “Pergilah
kamu, hai umatKu, pergilah dari padanya supaya jangan mengambil bagian dalam
dosa- dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.
Jangan
dijamah, jangan dicoba atau diicipi, nanti terjerat di dalamnya, tidak
dapat lepas lagi dan itu berarti binasa selama- lamanya dalam Neraka.
2Korintus 6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan
pisahkanlah dirimu dari mereka, fir man Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang
najis, maka Aku akan menerima kamu.
Lukas 5:39 Maka tiada seorangpun yang minum air anggur yang lama,
(kesukaan dosa) ingin akan anggur yang baharu (kesukaan dari Tuhan), karena
katanya: Yang lama itulah sedap rasanya (TL).
Tidak
mudah hidup melawan arus. Ikan yang hidup yang mempunyai sirip dan sisik (ini
yang halal, Imamat 11) itu dapat hidup melawan arus, tetapi ikan yang mati akan
hanyut terbawa arus. Begitu juga orang-orang yang rohaninya mati (sekalipun
masih mengaku Kristus) akan hanyut dalam arus kebudayaan dosa yang bejat ini, hanyut
dan binasa. Tetapi orang-orang beriman yang dipimpin Roh, ia dapat hidup
melawan arus dunia yang najis ini.
BANGKITLAH BERDIRI (TB: AYO!)
Ajakan
dan dorongan itu akan makin bertambah-tambah kuat di mana- mana di
seluruh dunia, dalam segala segi hidup.
Di
mana-mana ada perangsangan dan godaan hawa nafsu yang nyata-nyata dan tidak
malu-malu. Gambar-gambar, film-film, Video, percakapan dan pergaulan porno,
semua penuh dengan perangsangan-perangsangan. Hampir kebanyakan rekreasi dan
hiburan dalam dunia ini “bernafas porno” sehingga di mana-mana orang dirangsang
terus menerus. Apalagi manusia itu lemah, tidak mempunyai cukup kemampuan untuk
menguasai hawa nafsunya sendiri, bahkan manusia itu budak hawa nafsunya. Tidak
heran kalau semua orang rusak, juga orang-orang Kristen yang “mati”.
MAKANLAH (LAHAPLAH) OLEHMU
DAGING BANYAK.
Ini
slogan orang-orang akhir zaman, melahap daging sebanyak-banyaknya, terus
menerus menuruti daging dan nafsunya dengan rakus.
Mereka
selalu dipimpin oleh hawa nafsunya, baik dalam berkata-kata dan bersikap, baik
dalam bekerja dan berpikir, dalam rencana dan angan- angannya, bahkan dalam
segala perbuatannya. Apalagi iblis sudah membuka jalan sehingga ada kesempatan
yang limpah untuk hidup dalam kedagingan. Segala macam dosa dilegalisir,
diizinkan, diresmikan, bahkan orang berlomba-lomba merebutnya menjadi
kemuliaannya (Pil 3:19) sehingga kesempatan untuk hidup sebagai binatang
makin terbuka amat luas.
Lukas 17:26-27 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah
halnya kelak pada hari- hari anak manusia;Mereka makan dan minum, mereka kawin
dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah
air bah dan membinasakan mereka semua.
Wai,
celaka bagi orang Kristen yang kanak- kanak,yang lemah,yang tidak penuh dan
tidak dipimpin Roh,yang tidak mempunyai pengertian Firman Tuhan yang
mendalam,mereka semua akan hanyut dan gugur dalam arus budaya dosa ini. Ini
sudah dinubuatkan dalam Alkitab, yaitu akan ada kejatuhan yang begitu banyak (2Tes
2:3, 1Tim 4:1).
Kita
harus hidup menurut kebenaran Firman Tuhan, misalnya Ams 22:3 1Tes 5:22 1Yoh
5:8 Rom 13:14 Kol 3:5, Mat 26:41, Kis 1:8, Zak 4:6, Pil 4:13 dan
lain-lain).
Hanya
hidup yang beralas dalam Firman Tuhan serta doa dalam Roh dan kebenaran yang
dapat menyelamatkan kita dari kejatuhan. Nuh taat kepada Firman Tuhan dengan
segenap hatinya, sebab itu ia sekeluarga terpelihara (Kej 6:22).
Tetapi
hidup seperti ini untuk ukuran orang zamannya dianggap seperti orang gila;
sehari-harian hanya membangun kapal untuk bahaya yang tidak nampak.
Begitu
orang beriman pada akhir zaman ini, hidupnya penuh dengan usaha membangun kapal
rohani untuk kehidupan kekal yang belum nampak. Hanya orang-orang semacam ini
yang dapat lepas dari pengaruh dunia yang jahat. Orang yang tidak mau menjadi
“gila” seperti Nuh akan menjadi gila dalam dosa- dosa orang dunia.
Betapa
sukarnya bertahan dalam masa- masa yang jahat ini, bagi orang yang hanya “asal
selamat”. Sebab mereka hanya membangun hidup jasmaninya dan tidak mau membangun
kapal rohani nya seperti Nuh (Mat 19:23).
Jangan
ikut cara hidup “melahap daging sebanyak-banyaknya”, nanti mabuk, pasti jatuh
dan binasa.
Jangan
ingin, jangan dijamah, larilah daripadanya dan masuklah dalam kesu- kaan anggur
yang baru dari Rohkudus dan FirmanNya (1Tes 5:22, 2Kor 6:17).
BAGAIMANA SEKARANG?
Bagaimana
caranya kita menghadapi hari-hari yang akan datang yang jenuh dengan segala
macam dosa, termasuk dosa-dosa sex ini. Kita akan melihat ada 2 golongan yang
dapat menjadi contoh bagi kita, yaitu:
A.
Golongan yang tetap mau menuruti hawa nafsunya dan melawan Allah, akhirnya akan
binasa dan dibuang ke Neraka kekal.
B.
Golongan yang lain, yiatu yang tetap memelihara kesuciannya sehingga tumbuh
dalam rencana Allah yang indah-indah. Juga termasuk orang-orang yang rusak
tetapi mau sungguh-sungguh bertobat sehingga hidupnya yang luka dan rusak
diperbaiki dan ia masih dapat menikmati hidup yang bahagia di dalam Tuhan
sampai kekal selama-lamanya di dalam Kerajaan Sorga.
A. PAHIT DAN KERAS HATI DI DALAM
HAWA NAFSUNYA
Markus 6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap
Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodiah istri
Pilipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai istri.
HERODIAH DAN HERODES
Herodiah
adalah seorang perempuan yang cantik, genit dan jahat, penuh dengan ketamakan
yang keji. Herodes adalah raja yang jaya, besar dan berkuasa, tetapi sangat
bengis. Mula-mula Herodiah adalah istri Pilipus, yaitu saudara Herodes.
Tetapi
Herodiah yang tamak yakin kalau ia menjadi istri Herodes (yang lebih besar dari
suaminya yang sekarang, yaitu saudara Herodes) ia akan lebih senang. Memang
orang berdosa itu selalu kena tipu setan. Dikira dengan banyak uang dan kuasa
ia akan menjadi lebih bahagia sekalipun harus menempuh jalan maksiat.
Sebab
itu Herodiah “pindah” dengan begitu gampang, dari Pilipus kepada Herodes. Tidak
tertuduh? O, Tidak! Memang perasaan hatinya sudah rusak, asal senang, semua jalan
dihalalkan, inilah kesesatan orang yang gila hormat, gila kedudukan, gila
kekayaan (gila = ikatan!!).
“Nabi”
Yohanes (Yohanes pembaptis) datang menegur. Herodes yang jahat itu mulai
gelisah, tetapi Herodiah sama sekali tidak peduli, bahkan ia memaksa Herodes
untuk menangkap Yohanes. Lalu Herodiah mencari jalan untuk membunuh Yohanes dan
akhirnya ia berhasil mendapatkan kepala Yohanes di atas baki (hanya kepala,
tanpa tubuh, kaki dan tangan!).
Ini
orang yang mata gelap sebab menuruti hawa nafsunya, jadi begitu kejam. Ingin
harta, ingin kuasa dan kedudukan, ingin kemewahan lalu……….. menjual diri,
selagi masih laku, sebelum layu. Memang manusia diciptakan sebagai mahluk yang
bebas, boleh berbuat sesuka hatinya, tetapi satu kali kelak ia harus
mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di hadapan pengadilan Allah untuk
kekal!
Dunia
semakin banyak berisi orang- orang laki dan perempuan seperti Herodes dan
Herodiah ini, sebab mereka tidak mau berhenti dari pada menuruti nafsunya,
seperti binatang yang tidak tahu malu dan tidak tahu batas.
Siapa Herodes dan Herodiah ini?
Banyak
orang mengiria dirinya bukan seperti itu. Tetapi makin lama akan ternyata bahwa
benih-benih Herodes dan Herodiah itu ada dalam tabiat manusia!
Memang
tumbuhnya tidak sama, tetapi kalau tumbuh terus, semua akan menjadi mata gelap,
atau “gila” seperti Herodes dan Herodiah!
Justru
akhir zaman ini, dengan teknologi yang canggih, kemakmuran yang meningkat
dengan liburan setiap Sabtu Minggu dan dengan segala perangsangan dan dorongan
dosa yang kuat, hampir semua orang akan terjerumus ke jalan Herodes dan
Herodiah. Kecuali kalau ia mau percaya kepada Tuhan Yesus, maka ia akan bebas
dari segala pengaruh jahat ini. Percayalah kepada Tuhan Yesus, maka kita akan disucikan
sehingga terlepas dari hidup yang pahit, menderita dan tersiksa seperti
orang-orang “binatang” yang dipimpin hawa nafsunya ini. Hidup seperti binatang
ini bukanlah hidup yang bahagia. Sesungguhnya hidup dalam dosa seperti ini
adalah hidup yang menderita, gelisah dan tiada damai yang sesungguhnya, sebab
api Neraka sudah pasti baginya, belum lagi hukuman Allah selama di dunia
seperti Kanker dan AIDS, mati mendadak dan dibunuh orang!
Hidup
seperti Herodes dan Herodiah sekalipun mewah, itu tidak akan bahagia.
Percayalah akan Tuhan Yesus maka hidup kita akan menang atas dosa dan hawa
nafsu, sehingga tidak dirusakkan pengaruh dosa yang limpah ini dan tetap
bahagia sampai sesudah matipun, di Surga yang indah dan kekal selama-lamanya.
B. BAHAGIA DAN SUCI DI
DALAM TUHAN.
Ada
orang yang luka dan rusak hidupnya, tetapi sebab mau bertobat dan percaya
kepada Tuhan, Tuhan menyembuhkannya dan ia masih dapat berbahagia di dunia dan
di Surga. Salah satu contoh orang semacam itu ialah raja Daud.
Mula-mula
matanya tidak pernah puas melihat dan menuruti nafsunya, sebab itu hidup dan
rumah tangganya rusak. Anak dengan anak memperkosa, berbunuh-bunuhan, tidak
terdidik, kacau balau sehingga seluruh kerajaan juga kacau balau sebab keluarga
Daud sendiri kacau akibat terlalu banyak mengejar perempuan.
Semua
ini karena nafsunya yang terus dituruti. tetapi sesudah ditegur nabi Natan, ia
insyaf dan ia sungguh- sungguh bertobat.
2Samuel 12:13-14 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada
Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud: “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu;
engkau tidak akan mati. Walaupun demikian karena engkau dengan perbuatan ini
telah sangat menista Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati”.
Sesudah
bertobat ia mulai memakai imannya untuk mengalahkan nafsunya, sehingga hidup
yang suci dan bahagia mulai bersemi lagi, dan luka-lukanya mulai sembuh, bahkan
tabiatnya yang rusak berubah menjadi baru.
Memang
kerusakan dosa yang berat seringkali menghancurkan rencana Allah yang
indah-indah di dalam anak- anak Allah, sehingga masa depannya rusak sama
sekali.
Ada
seorang penderita AIDS yang bertobat sungguh-sungguh, tetapi Tuhan
membiarkannya mati sebab waktu dan kesem patannya sudah diobral habis dalam
nafsu-nafsu dosanya.
Meskipun
ia mati, dosanya sudah diampuni dan jiwanya selamat. Kalau waktunya masih ada,
Tuhan akan dan sanggup menyem buhkan sekalipun dari maut (1Pet 2:24).
Bertobatlah
dan percayalah kepada Tuhan sebelum habis waktu dan kesempatan saudara. Bawa
semua luka-luka dan kerusakan hidup saudara kepada Tuhan, ia penuh kasih dan
pengampunan, asalkan kita mau bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus dengan
sungguh- sungguh.
Pemuda-pemudi yang sudah salah jalan, bertobatlah kepada Tuhan,
percayalah kepada Tuhan Yesus, supaya jangan seluruh masa depan saudara rusak
total. Bertobatlah sekarang sebelum hati saudara menjadi keras oleh tipu
daya kemanisan racun dosa. Tuhan masih akan membuat suatu hidup yang baik dan
Ia akan memberkati bahkan sampai kekal di Surga. Rumah tangga yang
rusak, penuh kebencian, tidak dapat mengampuni satu sama lain, sudah hampir mau
bercerai atau sudah bercerai, bertobatlah. Jangan terus dengan hidup yang pahit
di dalam dosa. Percayalah pada Tuhan Yesus, Dia sanggup memperbaharui hidup
yang rusak. Kalau kita masih hidup, itu berarti masih ada kesempatan untuk
bertobat dan mengalami kasih Allah yang luarbiasa!
Anak terhilang pulanglah…
Percayalah
akan Tuhan Yesus, maka Tuhan akan mengubah hidup kita menjadi baru, bebas dari
dosa dan nafsu-nafsunya, lalu Tuhan akan membangun kembali hidup kita di
atas puing-puing yang berserakkan ini. Sesudah percaya, datanglah ke Gereja
yang benar, yang melepaskan orang dari dosa dan mengajarkan segenap kebenaran
Allah.
Bergabunglah
dengan orang-orang yang sudah dilepaskan oleh Tuhan Yesus supaya saling
menguatkan dan hidup ini akan menjadi bahagia!
Saudara
yang sunggug-sungguh mau percaya kepada Tuhan Yesus, berdoalah dengan segenap
hati sebagai berikut:
Tuhan Yesus, saya orang berdosa. Engkau mengenal hidupku
ini. Sekarang saya percaya kepadaMu. Saya minta ampun, ampuni dan lepaskanlah
saya dari semua ikatan dosa ini. Saya percaya bahwa sementara saya berdoa ini
Engkau memberikan kekuatan baru padaku.
Sekarang saya bebas dari semua dosaku dan menjadi anak Allah
di dalam Tuhan Yesus. Mulai sekarang saya akan bebas dan bahagia di dalam
Tuhan, saya dan seluruh keluarga saya. Terimakasih Tuhan Yesus. Saya berdoa di
dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)