Friday 28, Mar 2025

728x90 AdSpace

Diberdayakan oleh Blogger.
Sabtu, 23 Juli 2016

Sabtu, 23 Juli 2016

KUS – KUS DAN UDANG


POTO DOK NBT


KUS – KUS DAN UDANG
Di sebuah telaga di daerah suku mee papua, hiduplah kuskus, karena mengingat kesunyianya sendiri maka kus-kuspun bersahabat dengan seekor udang. Persahabatan tersebut sangatlah kuatnya.
Pada suatu hari si udang jatuh sakit. Badannya sangat lemah.
Dengan setianya si kus-kus menunggui temannya itu. Sudah beberapa hari si udang tidak enak makan. Maka si kus-kus berusaha mengajaknya. Namun si udang hanya mau makan kalau diberi makan hati kura-kura.
Mendengar permintaan si udang, Si kus-kus menjadi sangat sedih. Sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu. Kura-kura adalah hewan yang sangat ganas, kuat dan dibungkusi tubuhnya berupa batu, hanya hidup di tempat- tempat tertentu itu. Namun akhirnya ia memutuskan juga untuk mencarikannya.
Maka iapun meloncat-loncat dari pohon ke pohon hingga sampai ke sebuah pohon  yang batangnya menjorok ke danau. Dengan perlahan si kus-kus melobangi sebutir biji jambu . Setelah itu, iapun masuk ke dalam biji tersebut itu. Dari dalam biji itu ia masih dapat menggerogoti tangkai buah jambu itu.
Tak lama kemudian buah jambu itu sudah terlepas dari tangkainya dan tercebur ke danau  itu. Ombak danau itu sangat besar, sehingga dalam waktu tidak lama, buah jambuh  itu sudah berada ditengah laut danau itu. Tiba-tiba datanglah seekor kura-kura besar. Dengan segera ia menelan buah jambu  tersebut tampa mengunya langsung menyelang bulat-bulat. Setelah kus-kus itu berada di dalam perutnya kura-kura, si kus-kus itu memulai mengigit  hatinya kura-kura itu. Kura-kura itu menggelepar-gelepar menuju pinggir danau. Sesampainya di pinggir danau, kura-kura tersebut itu sudah kehabisan tenaga dan akhirnya mati.
Dengan senang hati si kus-kus itu membawa hati kura-kura itu untuk sahabatnya. Dengan ajaibnya setelah memakan hati kura-kura, Si udang menjadi sembuh total. Ia meloncat-loncat dengan gembiranya. Ia pun berjanji akan menolong si kus-kus kalau ia sakit di hari kemudian.
Oleh Yulius pekei mahasiswa PBSID,FKIP, USD.

SEPASAN AYAM HANTU



POTO DOK NBT

SEPASAN AYAM HANTU

Jam berapa pun kau bangun, kau pasti mendengar sura pintu terbanting. Pasangan ayam itu berlarian dari satu ruangan ke ruangan lain. Berpegangan tangan, mengangkat barang–barang, menyaruhnya disana, membuka pintu menutupnya lagi. “ dia menaruhnya disini” kata si ayam betina.
“ dan ayam jantang menjawad,” oh ,disini juga.’
‘ ia juga ada di loteng sana” kata ayam betina berbisik. “ dan juga di taman,” sahut jantang.
Tenang sekali mereka tidur , kata mereka bagimana kalau kita banggunkan saja mereka. Tetapi bukan itu sebenarnya yang membuat aku bangun, mereka mencarinya, mereka membuka tirai itu, kata mereka.
“ sekarang mereka telah menemukannya, kata ayam betina. Salah satu dari mereka membaca buku, kemudian berdiri dan memandangi seluruh ruangan.
“ rumah ini benar-benar kosong, pintu-pintu masih terbuka hanya burung-burung merpati yang berkisau dan derungan mesing pemotong kayu yang meraung dikejauan sana” katanya.
Untuk apa aku masuk kesini? Apa yang inggin aku cari? Saut ayam jantang. Mungkin harta karung jagoo ada diatas sana?
Jagun, beras  itu ada di sana . Dan juga dibawah sini taman masih seperti dulu, hanya ada buku itu yang terselip diantara rerumputan. Tetapi mereka menemukan kebahagiaan itu diruangan tengah, mesti tak orang pung pernah melihat mereka. Kata jendelah mengambarkan padi , memantulkan gambar bunga; semua daun tampak hijau diantara rerumputan itu. Jika mereka pindah keruangan tengga, beras-beras itu hanya mengubah warna sisi putinya. Tetapi beberapa saat kemudian, jika pintu itu terbuka mereka menyebar ke lantai menggantung di dinding, mengantung di atap lalu apa? Tanganku masih kosong. Bayangan sebuah taman melintas dikarpet itu; dari keheningan paling dalam, merpati pelastik itu bersuara.
“ aman,aman, aman. Nadi rumah itu bergetar pelan. “ harta karung itu “ ruangan itu...” nadi itu berhenti sejenak. Oh, apakah itu harta karungnya?
Sebentar kemudian lampu padam. Mungkin ayam-ayam itu keluar ke taman? Tetapi pohon-pohon itu menggiling kegelapan menjadi cahaya matahari yang mengesangkan. Begitu hangat dalam lembut itu bawa sorot lampu  yang dapat membakar jendela itu. Kematian bermulah dari jendela itu saat ajal berdiri di tengga-tengga kami. Dan ajal datang ke betina itu dulu, ratusan tahun silam, meninggalkan rumah, dan menyegel semua jendelah ; ruangan-ruangan menjadi gelap gulita. Jantang itu meninggalkan rumah itu, meninggalkan dirinya, pergi ke utara, ketimur, melihat bintang bintang berlarian ke selatan, mencari rumah itu lalu menemukanya terpendam di ujung fajar.
“ aman,aman, aman,aman, denyut rumah itu bergetar bahagia. Harta karunmu itu milikmu”.
Angin menyapu jalanan, pohon pohon menggoyangkan batangnya. Sementara cahaya bulan menerjang.  Butir- butir hujang mulai turung tetapi sorot lampu itu cepat jatu kebawah jendelah. Liling-liling masi terbakar dan melele, pasangan ayam itu  berkelana mengitari rumah, membuka jendelah berkata dengan berbisik agar kami tidak terbangun. Mereka mencari kebahagiaan sendiri.
“ disini dulu kita tidur, kata ayam betina. “ ratusan ciuman kudaratkan ke bibirmu, sambut ayam- ayam jantang. “ jalan-jalan dipagi hari memandang cahaya perak di batang pohon. Ketika musim panas menyambut dan musim dingin menyajikan salju. Pintu pintu menutup pelang jauh disana. Pelang sekali seperti denyut jantung.
‘ lihat” katanya pelan sambil tangan menunjuk ke arahku dan suamiku. Mereka sedang tertidur nyenyak bisah aku lihat cinta pada bibir-bibir mereka. Mereka berenti tepat pada diatas  kami, memegang lampu bercahaya perak keemasan itu. Kemudian diam mematun untuk waktu yang cukup lama. Anggin merasuk ke kamar cahaya lampu berkibar pelang.
Aman,ama,aman,aman, jantung rumah itu berdenyut  bangga.
‘setelah bertahun tahun , desa ayam. Kau menemukan aku lagi.
Ya, aku selalu menemukanmu disini, si ayam betina itu mulai gugup menanggis,.
Yulius pekei mahasiswa PBSID, FKIP, USD,


Ini sudah hari ke empat Nina kelihatan murung. Kian hari wajahnya semakin mendung dengan mata nanar dan bisu


POTO DOK NINA

Ini sudah hari ke empat Nina kelihatan murung. Kian hari wajahnya semakin mendung dengan mata nanar dan bisu. Kerjanya setiap hari bangun dengan masai lalu duduk termenung.Sebetulnya itu bukan urusanku. Karena Nina bukan siapa-siapaku. Ia hanya menyewa sebuah kamar di rumahku. Ia tinggal bersamaku baru dua bulan ini. Tetapi entah kenapa aku langsung menyukainya.Rumahku tidak terlalu besar. Juga tidak terlalu bagus. Sederhana saja. Rumahku berada di kampung yang dindingnya rapat dengan tembok rumah sebelah. Ada tiga kamar kosong. Tetapi aku tinggal sendirian. Karenanya aku menyewakan kamar-kamar kosong itu untuk menunjang hidupku di samping aku membuka sebuah warung kelontongan kecil di depan rumah.Penghuni kamar pertama adalah Anita. Ia cantik dan selalu wangi karena ia bekerja sebagai seorang beauty advisor kosmetik terkenal di counter kosmetik sebuah plaza megah. Anita supel, periang dan pandai berdandan.Kamar kedua dipakai oleh Tina. Ia juga cantik. Katanya ia bekerja di sebuah restaurant. Tetapi yang mengantarnya pulang selalu bukan laki-laki yang sama. Kepulan rokok mild juga tidak pernah lepas dari bibirnya yang seksi.Tetapi aku bukan tipe pemilik kost yang rese’. Mereka kuberi kunci pintu supaya bila pulang larut malam tidak perlu mengetuk-ngetuk pintu dan membuatku terganggu. Aku tidak terlalu pusing dengan apa pun yang mereka kerjakan. Toh mereka selalu membayar uang kost tepat waktu. Bukan itu saja, menurutku, mereka cukup baik. Mereka hormat dan sopan kepadaku. Apa pun yang mereka lakoni, tidak bisa membuatku memberikan stempel bahwa mereka bukan perempuan baik-baik.Nina datang dua bulan yang lalu dan menempati kamar ketiga. Kutaksir usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Paling-paling hanya terpaut dua tiga tahun di bawahku. Ia tidak secantik Anita dan Tina, tetapi ia manis dan menarik dengan matanya yang selalu beriak dan senyumnya yang tulus. Ia rapi. Bukan saja kamarnya yang selalu tertata, tetapi kata-katanya pun halus dan terjaga. Ia membuatku teringat kepada seorang perempuan yang nyaris sempurna. Perempuan di masa lampau yang…ah…aku luka bila mengingatnya.Oh ya, Nina juga tidak pernah keluar malam. Ia lebih banyak berada di rumah, bahkan ia tidak segan-segan membantuku menjaga warung. Kalaupun ia keluar rumah, ia akan keluar untuk tiga sampai empat hari setelah menerima telepon dari seseorang laki-laki. Laki-laki yang sama.Bukan masalah kemurungannya saja yang aneh bagiku. Tetapi sudah dua minggu terakhir Nina tidak pernah keluar rumah. Bahkan tidak menerima atau menelepon sama sekali. Yang tampak olehku hanyalah kegelisahan yang menyobek pandangannya. Dan puncaknya adalah empat hari terakhir ini."Nina, ada apa? Beberapa hari ini kamu kelihatan murung…," aku tidak bisa mengerem lidahku untuk bertanya, ketika kami hanya berdua saja di rumah. Warung sudah tutup pukul sepuluh malam. Anita dan Tina belum pulang. Tetapi Nina kulihat masih termangu dengan mata kosong.Ia menoleh dengan lesu setelah sepersekian menit diam seakan-akan tidak mendengarkan apa yang aku tanyakan. Kemurungan tampak menggunung di matanya yang selalu beriak. Tetapi ia cuma menggeleng."Apa yang sekiranya bisa Mbak bantu?" aku tidak peduli andai ia menganggapku rese’.Lagi-lagi hanya gelengan. Ia masih duduk seperti arca membatu. Tapi mampu kubaca pikirannya gentayangan. Rohnya tidak berada di tubuhnya. Entah ke mana mengejewantah.Nina memang tidak pernah bercerita tentang dirinya, tentang orang tuanya, asalnya, sekolahnya, perasaannya, atau tentang laki-laki yang kerap meneleponnya. Aku sendiri juga tidak pernah menanyakannya. Mungkin ada hal-hal yang tidak ingin dia bagi kepada orang lain. Maka biarlah ia menyimpannya sendiri. Bukankah aku juga seperti itu?Sepi terasa lindap, seakan menancapkan kuku-kukunya mengoyak angin yang terluka. Hening itu benar-benar ada di antara aku dan Nina. Aku merasa tersayat. Karena sunyi seperti ini sudah kusimpan lima tahun lamanya. Kenapa sekarang mendadak hadir kembali?Lalu aku bangkit dari dudukku, mengambil satu seri kartu sebesar kartu domino. Tetapi yang tergambar bukan bulatan-bulatan merah. Tetapi berbagai macam bentuk berwarna hitam. Aku menyimpannya sudah lama. Sejak mataku selalu berembun, lalu embun itu menitik di ujung hati. Sejak sepi yang tanpa warna mulai mengakrabi aku. Sejak itulah aku mulai berbagi resah dengan kartu-kartu ini. Mereka banyak memberiku tahu tentang apa saja yang aku ingin tahu.Anita dan Tina sering melihatku bermain dengan kartu-kartuku di tengah malam ketika mereka pulang. Sejak melihatku bermain dengan kartu-kartu ini, mereka juga sering ikut bermain. Ada saja yang mereka ceritakan padaku melalui kartu-kartu ini. Jualan yang sepi, para langganan yang pelit memberikan tips sampai kepada pacar-pacar mereka yang datang dan pergi.Aku menyulut sebatang dupa India. Aromanya semerbak langsung memenuhi ruangan. Aku suka. Setidaknya mengusir hampa yang sejak tadi mengambang di udara. Kukocok setumpuk kartu itu di tanganku. Kuletakkan di atas meja di depan Nina."Mari, temani Mbak bermain kartu. Ambillah satu…," ujarku.Mata Nina memandangku. Bibirnya tetap rapat. Tetapi matanya mulai berembun. Dengan sebuah gerakan lamban tanpa semangat ia mengambil sebuah kartu. Lalu membukanya."Ah! Hatimu sedang kacau, sedih, kecewa, tidak menentu. Kau terluka," gumamku ketika melihat kartu yang dibukanya.Seperti aku dulu…, aku melindas gelinjang rasa yang sudah lama kupendam.Aku mulai membuka kartu-kartu berikutnya. "Kau sedang memikirkan seseorang,…ah bukan…kau merindukannya…penantian… jalan panjang…menunggu…kau menunggu seorang laki-laki?""Ya," suaranya gamang terdengar seperti datang dari dunia lain.Kuteruskan membuka kartu-kartu itu. "Menunggu… halangan… perempuan…dia beristri?" kutanya ketika tampak olehku gambaran seorang perempuan di atas kartu itu."Ya," kali ini suaranya seperti cermin retak berderak. Ia luka sampai seperti sekarat.Kurasakan derak-derak itu sampai menembus batinku. Kenapa seperti yang pernah kurasakan lima tahun lalu?"Kamu mencintainya, Nina?""Amat sangat!" kali ini ia menjawab cepat.Kuhela napas panjang. Kubiarkan kartu-kartu berserakan di antara aku dan Nina. Kulihat jantungnya seperti bulan tertusuk ilalang."Tetapi ia mengecewakanku, Mbak. Ia mengkhianati aku." Ia tidak mampu lagi menyembunyikan suara gemeretak hatinya yang bagaikan bunyi tembikar terbakar."Ia mengkhianati kamu? Bukannya ia yang mengkhianati istrinya? Bukankah ia sudah beristri?" aku bertanya, berpura-pura bodoh karena berusaha menyingkirkan masa lalu yang mulai menggigiti sanubariku. Perih itu masih terasa."Ya. Dia beristri. Tapi istrinya jahat sekali. Ia ingin meninggalkannya. Ia mencintaiku. Kami punya rencana masa depan," jawabnya naïf dan lugu.Astaga! Seperti itukah diriku lima tahun silam? Aku benar-benar seperti melihat cermin diriku.Kepulan asap dupa melemparku ke kepulan asap lain yang sama pekatnya lima tahun yang lalu. Aku berada di dalam kepulan-kepulan asap rokok tebal dari mulut para lelaki berduit yang kutemani duduk-duduk, minum, sampai ke kamar tidur. Para lelaki yang mabuk kepayang karena kecantikanku sebagai primadona di sebuah wisma di kompleks hiburan malam. Para lelaki kedinginan yang butuh kehangatan. Para lelaki kesepian yang butuh pelukan. Para lelaki yang tidak tahu lagi ke mana bisa menghamburkan uang mereka yang berlebihan."Istrinya jahat bagaimana? Namanya istri ya wajar saja dia tidak suka kalau suaminya berhubungan dengan perempuan lain," sahutku enteng atau tepatnya aku sudah terbiasa untuk "mengenteng-entengkan" jawaban yang ujung-ujungnya akan membuatku terluka. "Yang salah, ya suaminya. Sudah beristri kok masih bermain api. Tetapi namanya laki-laki ya begitu…," sambungku pelan.Laki-laki memang begitu, desahku. Laki-laki memang suka bermain api. Laki-laki memang suka mendua. Seperti para lelaki yang datang dan pergi di atas ranjangku. Mereka terbakar hangus gairah memberangus, haus sampai dengus-dengus napas terakhir. Lalu mereka pergi setelah sumpalkan segepok uang di belahan dadaku."Tetapi Bayu tidak seperti itu!" sergah Nina cepat. "Bayu mencintaiku, Mbak! Ia tidak akan meninggalkanku."Ya! Prihadi juga tidak seperti laki-laki lain. Ia juga mencintaiku. Prihadi tidak seperti laki-laki lain yang meniduriku dengan kasar. Ia bahkan sangat lemah lembut untuk ukuran "membeli" kehangatan dari seorang perempuan seperti aku. Karena Prihadi, maka aku tidak mau menerima tamu yang lain. Ia menginginkan aku hanya untuknya, maka ia membeli dan menebusku dari induk semangku. Lalu ia membawaku keluar dari wisma itu dan membelikan aku sebuah rumah kecil. Ia pahlawan bagiku. Ia tidak meninggalkanku. Bahkan memberikan benih kehidupan baru yang tumbuh di dalam tubuhku. Aku bahagia sekali. Tetapi kemudian aku memutuskan untuk meninggalkannya.Kuputuskan untuk meninggalkan Prihadi ketika istrinya datang menemuiku dengan begitu anggun dan berwibawa. Berhadapan dengan perempuan yang begitu berkilau, tinggi, langsing dengan kulit kuning, ayu dengan wajah priyayi, tutur katanya lemah lembut, membuatku benar-benar merasa rendah dan tidak ada artinya. Ia sama sekali tidak menghardik atau mencaci-makiku. Ia sungguh nyaris sempurna untuk ukuran seorang perempuan, kecuali…belum bisa memberikan anak untuk Prihadi!"Kamu Ningsih? Aku istri Prihadi. Namaku Indah."Oh, ia sungguh-sungguh seindah namanya."Aku tahu hubunganmu dengan suamiku," ujarnya dengan menekankan benar-benar kata "suamiku" itu. "Dan aku tahu kamu pasti perempuan baik-baik," lagi-lagi ia memberikan tekanan dalam kepada kata-kata "perempuan baik-baik" yang jelas-jelas ditujukannya kepadaku. "Sebagai perempuan baik-baik, kamu seharusnya tidak menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun," kali ini ia menekankan setiap kata-katanya sehingga membakat wajahku terasa panas."Nina, sebagai perempuan baik-baik, seharusnya kamu tidak berhubungan dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun…," aku mengulangi kalimat yang kusimpan lima tahun yang lalu untuk Nina. Sebetulnya itu klise, bukan? Hanya sekadar untuk menutupi gundah gulanaku yang entah kenapa merayapi seluruh permukaan batinku."Tetapi, Mbak, Bayu mencintaiku…," Nina menjawab. Jawaban itu juga yang kuberikan lima tahun yang lalu kepada perempuan yang nyaris sempurna itu.Tetapi ketika itu, ia justru memberikan senyum manisnya. Ia benar-benar tanpa ekspresi marah. "Laki-laki biasa seperti itu. Tetapi kamu kan perempuan baik-baik. Walaupun Prihadi menggoda, mengejar dan mencintaimu, tetapi bukankah sudah sepantasnya kamu menolaknya? Kamu kan tahu kalau dia sudah beristri?" lagi-lagi ia membuatku pias.Aku berusaha mem-photocopy kata-kata usang itu untuk Nina."Tetapi aku juga mencintai Bayu," ia melenguh getir.Kurasakan getir yang sama ketika aku memberikan jawaban itu pula kepada istri Prihadi. Bahkan waktu itu aku masih memberikan tambahan jawaban. "Aku mengandung anak Prihadi…." Kuharap dengan jawabanku itu ia tidak akan mengusik perasaanku dengan kata-katanya yang lemah lembut tetapi terasa menampar-nampar."Baiklah, aku mengerti kalau kamu mencintai Prihadi," ia tertawa pelan tetapi sungguh terasa kian menusuk-nusuk.Astaga! Ia tertawa! Terbuat dari apakah perempuan ini?"Kalau kau mencintai seseorang, maka kau akan melakukan apa saja yang akan membuatnya bahagia kan?" Ia pandai sekali bermain kalimat. Sebentar kalimat pernyataan, sebentar kalimat tanya. Tetapi tidak ada satu pun dari kalimatnya yang membakatku merasa nyaman.Hei! Konyol benar! Sudah syukur-syukur ia tidak memaki-makimu…, cetus batinku."Ya, aku akan melakukan apa saja untuk membuat Prihadi berbahagia.""Nah, kau tahu kalau Prihadi adalah tokoh masyarakat yang cukup terkenal dan disegani di kota ini, kan? Ia memiliki kedudukan, kekayaan, karisma, dan nama baik. Apakah bisa kau bayangkan bagaimana reputasi Prihadi kalau sampai terbongkar mempunyai hubungan dengan perempuan lain…dan bahkan mempunyai anak di luar nikah?"Oh…ia mempunyai tata bahasa yang sempurna! Ia sama sekali tidak menggunakan kata-kata kasar. Ia memakai istilah "mempunyai hubungan dengan perempuan lain", ia tidak mengatakan "mempunyai simpanan bekas pelacur", ia mengatakan "anak di luar nikah", ia tidak mengucapkan "anak haram". Apakah itu berarti ia menghargaiku? Tetapi kenapa aku justru tidak merasa dihargai? Aku justru merasa dipermalukan. Ataukah memang pantas aku dipermalukan?"Bagaimana? Apakah situasi itu akan baik untuk Prihadi?""Tidak," aku tidak mempunyai pilihan lain kecuali kata-kata itu.Ia tertawa pelan tetapi kali ini benar-benar seperti tawa seorang algojo yang berhasil memengal kepala seorang tawanan yang sama sekali tidak melawan."Lalu bagaimana caramu untuk membuat Prihadi bahagia? Kamu tidak mau merusak semua yang sudah dimiliki Prihadi, kan?" Ia benar-benar algojo yang sempurna. Ia memenggal kepalaku tanpa rasa sakit sedikit pun.Tinggal aku yang menggelepar, terkapar, tanpa pernah merasa sekarat meregang nyawa."Kalau kamu mencintai Prihadi, tinggalkan dia, gugurkan kandunganmu. Kamu pergi jauh dan memulai kehidupan baru. Aku akan membantumu. Kamu cantik sekali, Ningsih. Aku yakin, tidak akan sulit bagimu untuk mencari laki-laki baik yang belum beristri," ia menutup eksekusinya dengan kata-kata pelan tetapi penuh tekanan. "Jelas? Kuharap kamu cukup pandai untuk bisa mengerti semuanya," tandasnya.Lalu tidak banyak yang bisa kubantah ketika ia "membantuku" menyelesaikan semuanya. Ia melakukan transaksi jual beli atas rumah yang kutempati. Ia menggantinya dengan sejumlah uang yang lebih dari cukup. Ia mengantarku ke dokter dan membayar semua ongkos "mengeluarkan" calon kehidupan yang bersemayam di tubuhku. Ia membelikan aku tiket pesawat. Ia mengantarku sampai ke bandara. Ia memeluk dan mencium pipiku, lalu berbisik, "Selamat menempuh hidup baru, Ningsih. Tolong, jangan ganggu kehidupan Prihadi. Terima kasih atas pengertianmu. Kamu memang perempuan yang baik…"Oh! Ia benar-benar perempuan yang sempurna!Sampai pesawatku tinggal landas, aku tidak bisa menitikkan air mata sama sekali. Apa yang perlu kutangisi? Perempuan itu tidak memaki atau menghinaku. Bahkan ia "membantuku" dan memberiku banyak uang untuk memulai kehidupan baru di kota yang jauh dari mereka. Terasa jutaan sembilu menikam-nikam. Hatiku terasa sakit tetapi mataku hanya bisa mengembun.Sejak itu, aku berteman dengan kartu-kartu ini. Kartu-kartu ini pemberian induk semangku. Aku belajar dari dia membaca kartu-kartu ini. Dahulu, dari kartu-kartu ini, aku tahu apakah aku akan mendapat banyak tamu atau tidak? Apakah Prihadi akan datang atau tidak.Ah, kutepis nama itu cepat-cepat.Aku melanjutkan jalannya kartu-kartu yang masih berserakan di atas meja. Aku tidak mau mengingat masa lalu yang sudah sekian lama kukubur. Aku tidak mau menoleh ke belakang karena sangat menyakitkan. Toh, dengan uang yang kubawa, aku bisa membangun kehidupan baru, membeli rumah ini, membuka warung kecil, menerima kos-kosan, bertemu Nina…"Halangan…rintangan…rindu…ah…ia tidak mempunyai uang!" Aku berusaha mengalihkan rasa lukaku dengan membaca kartu-kartu Nina. Lagi-lagi ramalan itu yang kubaca dari kartu-kartu yang bertebaran. "Bingung…perempuan…halangan…Ia merindukanmu juga. Tetapi ia bingung bagaimana harus menghadapi istrinya," cetusku.Nina tertawa sumbang. "Bayu memang tidak punya uang. Istrinya yang kaya. Istrinya yang memegang kendali perusahaan. Istrinya sudah mengetahui hubungan kami. Dia lalu mengusirnya keluar dari perusahaan. Sekarang ia menghindar dariku, Mbak! Ia lebih mencintai kekayaan istrinya daripada perasaanku!""Bayu mengecewakanku, Mbak," sentaknya. Kali ini embun-embun di matanya berguguran menjadi rintik hujan. Mengalir deras menganak di lekuk-lekuk pipinya. "Bayu menipu hatiku, Mbak! Ia takut tidak bisa hidup kaya bila pergi bersamaku. Aku benci padanya!" Hujan itu sudah menjadi badai. Riuh rendah bergemuruh seakan puting beliung yang akan merubuhkan apa saja. Lara berkubang seperti seonggok daun-daun gugur di matanya yang tersayat."Apa yang kau inginkan darinya?""Aku ingin dia sakit…sesakit yang kurasakan!"Aku tercenung. Sesakit itu pula yang pernah kurasakan. Betapa rasa benci itu melebihi rasa sakit. Aku juga benci setengah mati kepada Prihadi. Kenapa ia tidak mencariku kalau ia mencintaiku? Kenapa sejak istrinya yang begitu sempurna itu menemuiku, ia juga tidak pernah muncul? Lalu ketika istrinya "membantuku" untuk menyelesaikan semuanya, ia juga tidak ada kabar berita? Padahal sudah kucari seakan sampai ke ujung dunia. Apakah itu sudah merupakan kesepakatan mereka berdua?Akhirnya, aku merasa pencarianku sia-sia. Ia kucari sampai ke ujung mimpi. Kubatin, kupanggil, kunanti, dengan seluruh pengharapan dan kerinduan. Tetapi ruang hampa yang kudapati. Sehingga, kuputuskan untuk bersahabat saja dengan rasa benci dan rasa sakit. Mungkin akan menjadi lebih ramah dan menyenangkan. Ternyata benar. Membenci lebih mudah daripada memaafkan. Sakit lebih nikmat daripada pengharapan. Jadilah rasa benci dan sakit yang kusimpan untuk Prihadi.Malam demi malam, kusumpahi kandungan perempuan yang nyaris sempurna itu. Aku tidak rela menggenapi kesempurnaannya sebagai seorang perempuan dengan seorang anak, sementara ia menyuruh dokter untuk menyendok dengan mudah sebiji kacang hijau kecil di dalam rahimku. Biarkan ia juga menikmati sepi yang sama seperti sepi yang dibelikannya untukku.Sejak malam itu, malam-malam Nina juga menjadi sibuk. Nina menjadi sangat menyukai malam seperti aku. Setiap malam, ia mengirimkan rasa sakit yang dirasakannya kepada Bayu. ***

Kehidupan Nikah di Akhir Zaman TAHUN 2000


POTO DOK NBT

AKehidupan Nikah di Akhir Zaman
TAHUN 2000…………….
Kemajuan teknologi yang pesat mewarnai hari-hari yang akan datang dan itu menggembirakan sebab membawa banyak faedah bagi umat manusia. Tetapi selain itu di hari-hari yang akan datang itu kita juga melihat dosa bertambah-tambah di mana-mana dengan luar biasa, sehingga banyak kehidupan terluka dan rusak, bahkan banyak yang hancur total.  Kemajuan teknologi tidak dapat menghentikan pertumbuhan dosa yang sangat merusak ini.  Tidak ada yang dapat menghentikan nafsu-nafsu  jahat dan kotor di dalam hati manusia, bahkan justru kemajuan teknologi itu mempercepat laju kebejatan manusia.
Misalnya: Alat-alat KB dengan teknologi modern yang canggih itu menolong banyak umat manusia; tetapi yang rusak moralnya, yang berkeras hati dalam perbuatan-perbuatan dosanya, itu tambah “aman” dengan segala hasil teknologi yang canggih ini sehingga makin ganas, liar menjadi-jadi dan baru sadar sesudah kena …. AIDS!
NUBUAT ALKITAB
Apakah Allah sudah mengetahui perkembangan ini semua?  Bahkan apakah Allah tahu bagaimana bentuk kehidupan manusia dalam hari-hari yang akan datang ini?
Ya! Ada banyak nubuat dalam Alkitab yang menceritakan bagaimana bejatnya manusia akhir zaman, supaya orang-orang yang percaya Tuhan Yesus berjaga-jaga dan yang mau terlepas dari kerusakan (yang membinasakan jiwa dalam neraka kekal) jangan ikut segala kenajisan dosa itu.
Kejadian 6:2, 5 Maka dipandanglah oleh anak laki-laki Allah akan anak perempuan manusia sebab elok parasnya, lalu diambilnyalah bagi dirinya akan bini barang siapa yang disukainya. Maka dilihat Tuhan kejahatan manusia itu terlampau banyak di atas bumi dan pada sediakala segala akal pikiran hatinya jahat semata-mata (TL)
Ini adalah keadaan pada zaman Nuh, dan ini akan terulang lagi pada akhir zaman ini.
Matius 24:37-38 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera.
Pikiran manusia hanya penuh dengan makanan enak, hidup mewah dan sex. Semua kehidupan orang berdosa arahnya ke sini. Tetapi orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus lepas dari segala pengaruh yang membudaya ini, budaya dosa.
Salah satu dari nubuatan tentang jeleknya moral manusia di akhir zaman ini diceritakan dalam kitab nabi Daniel. Perilaku manusia akhir zaman ini digambarkan seperti perilaku binatang yang mau menuruti nafsunya tanpa malu dan tanpa batas.
Daniel 7:5 Dan nampaklah seekor binatang yang lain yang kedua, seperti Beruang. Ia berdiri pada satu sisi dan adalah tiga tulang rusuk di dalam mulut nya di antara gigi-giginya, dan demi- kianlah mereka berkata kepadanya: Bangkitlah, makanlah daging banyak- banyak! (TL, TB, KJV).
Beruang adalah binatang yang sama buas dan jahatnya dengan singa (Nud 3:10 Hos 13:7-8 1Sam 17:34 Ams 28:15).
(Salah satu tanda bahwa bumi sudah berubah menjadi damai dan sejahtera ialah: beruang tidak lagi mencarik-carik mangsa nya, tetapi sudah berubah menjadi seperti Lembu yang makan rumput Yes 11:7).
Daniel 7:17 Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari bumi.
Artinya: Inilah raja-raja dalam dosa yang hidupnya seperti binatang buas, jahat, keji seperti beruang.
Raja dalam dosa, dengan bebas tanpa rem menuruti hawa nafsunya; begitu limpah dalam kedagingan dan hawa nafsu (2Pet 2:10; 3:3), tidak ada rasa takut akan Allah dalam matanya (Maz 36:1) durhaka, tidak mau tunduk, tidak mau diperintah (1Tim 1:9) dan buas seperti singa, menyesatkan dan menjatuhkan orang beriman  ke dalam dosa (1Pet 2:18, 1Pet 5:8).
Orang yang bergaul dengan dia akan terpengaruh sehingga rusak rohaninya, seolah-olah orang itu dirobek-robek sebagai mangsanya sehingga hancur berantakan kehidupan rumah tangganya (Tit 1:11).
Jumlah orang seperti ini akan limpah pada akhir zaman, dan orang- orang beriman yang tidak berjaga-jaga akan diseret dalam segala kenajisan dosanya. Hebat!
Dalam Wahyu fatsal 13, sifat ke empat binatang ini terkumpul dalam binatang Antikris itu, tetapi dalam Daniel 7 diuraikan dalam 4 binatang, sehingga kita lebih mudah mengikuti perkembangannya.
Sebelum antikris muncul, orang-orang yang seperti raja-raja dalam dosa ini akan limpah bermunculan dan Antikris adalah puncaknya.
KAKI BERUANG
Dalam Wah 13 kaki binatang Antikris itu seperti kaki beruang. Jadi sifat-sifat beruang yang dipakai di sini terutama kakinya.
Apakah artinya?
Kaki itu untuk memikul berat badan dan untuk berjalan. Ia memikul beban beruang, artinya beban hawa nafsu saja. Seluruh hidupnya untuk hawanafsu atau kedagingan saja. Inilah kerinduan dan cita-citanya.
Kejadian 6:3 Maka Firman Tuhan: Bahwa RohKu tidak akan berban- tah-bantah selama-lamanya dengan manusia, karena hawa nafsu jua adanya, melainkan tinggal lagi panjang umurnya seratus dua puluh tahun (TL. Lihat juga ayat 5).
Beban hidupnya semata-mata untuk menuruti hawa nafsu kedagingan saja.
1Timotius 5:6 Tetapi yang mencari kesukaan itu hidup seperti mati (TL).
Beban dan tujuan hidupnya hanya untuk bersenang-senang, makan minum, kawin, berlazat-lazat, berkelahi memuaskan nafsunya dan sebagainya. Tidak peduli dosa atau tidak, yang penting asalkan hatinya puas. Mereka bertambah-tambah terus di dalam dosa sampai hukuman jatuh atasnya, baru mereka terpaksa berhenti menuruti hawa nafsunya.
Mereka buta dan sesat sebab:
1. Mereka mengira bahwa inilah jalan yang menyenangkan, tetapi sesung- guhnya ini jalan kematian. Bukan jalan sejahtera (Rom 3:17).
Amsal 14:12-13 Adalah jalan yang disangka orang betul adanya, tetapi akhirnya kelak menjadi jalan kepada maut. Lagi dalam tertawa pun hati akan merasai sakit, dan akhirnya kesukaan itu kedukaan juga (TL).
Orang-orang yang buta dalam dosa akan berduyun-duyun berjalan dalam jalan lebar yang ramai ini, tetapi akhirnya kebinasaan.
Matius 7:13-14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan menuju kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; Karena sesaklah pintu dan sempit lah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.
2. Mereka mengira bahwa cara hidup demikian ini dari kehendak dirinya sen- diri, keinginannya sendiri, tetapi sebetulnya mereka “diperbudak” setan, diperhamba (Rom 7:18, Gal 5:17, Yoh 8:34).
Jangan mau diperbudak setan. Tiap orang Kristen seharusnya bebas dari perhambaan setan, kalau mau. Kita dapat menang di dalam Kristus.
Tuhan Yesus sudah menang untuk kita di Golgotha. Terimalah kemenangan atas dosa dengan iman.
Roma 6:11 Demikianlah juga kamu wajib menghisabkan (KJ: memper- hitungkan) dirimu mati lepas dari pada dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus (TL).
Kita harus membuang segala keinginan daging ini.
Kolose 3:9b kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuan- nya.
Galatia 5:16 Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh (KJ: berjalanlah di dalam Roh), maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (lihat juga Roma 8:13).
Keinginan daging harus disalibkan dan dimatikan (Gal 5:24 Kol 3:5) terus menerus (2Kor 4:10), baru ada beban untuk pekerjaan Tuhan dan dengan sukacita mau tunduk dan taat dipimpin oleh Roh Kudus seperti Paulus. Janganlah berjalan dalam cara hidup seperti beruang ini (1Pet 4:2). Orang yang berjalan menuruti hawa nafsunya akan masuk jerat iblis yang lebih dalam (Luk 21:34).
BERDIRI PADA SATU SISI ( = PINCANG)
Tidak lurus, tidak jujur.Orang yang berjalan menuruti hawa nafsunya itu tidak akan berjalan jujur, tetapi hidupnya bengkok (Pil 2:15).Hawa nafsu itu tidak tahu aturan dan tidak jujur, selalu berdusta asal dapat menuruti kehendak dagingnya.Inilah ciri-ciri raja dosa, selalu berdusta atau sombong dan lain-lain. Semua dosa itu sejenis, yaitu gelap dan tiap-tiap dosa akan beranakkan dosa- dosa yang lain lagi.
3  TULANG RUSUK DI MULUT
Rusuk = istri.
Kejadian 2:22 Dan dari rusukyang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangunnyalah seorang perem puan (istri), lalu dibawanya kepada manusia itu.Rusuk seharusnya di dalam dada, ini yang patut, yang betul dan baik, bukan digigit dalam mulut.Ini mencerminkan hidup nikah yang rusak, yang tidak wajar, tidak seperti yang seharusnya.Binatang ini adalah binatang nubuatan di akhir zaman. Inilah ciri-ciri kerusakan hidup nikah di akhir zaman yang tepat ada di muka kita.
Kerusakan-kerusakan hidup nikah itu ialah:
1. ISTRINYA TIDAK LAGI SATU,
(jumlahnya bukan lagi 1+1=1) tetapi lebih.
Kejadian 6:2 Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukaimereka.
Mereka kawin dan mengawinkan seperti binatang, lebih dari satu, dengan siapa saja yang disukainya, baik dalam pikiran dan dalam perbuatan.
Dalam nikah yang suci, 1 istri, 1 suami, 2 menjadi 1.
Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Bukan 3 menjadi satu atau 4 menjadi 1, tetapi 2 menjadi 1. Lebih daripada itu najis (Ibr 13:4). Raja-raja dalam dosa ini penuh dengan kenajisan semacam ini. Dalam masyarakat umum, kebebasan dan kesempatan untuk mengulurkan hawa nafsu perzinahan seperti ini akan makin limpah, sehingga hampir semua rumah tangga kena racunnya. Di mana- mana hidup nikah menjadi retak, pecah, cerai bahkan hancur berantakan.
Juga banyak rumah tangga Kristen yang:
a. Tidak berdiri di dalam kebenaran Firman Tuhan, yaitu percaya dan sung- guh-sungguh memegang rumus Firman Tuhan: “2 menjadi 1″ (Mat 19:6).
b. Tidak penuh dengan kuasa Rohkudus tidak akan dapat bertahan dalam zaman yang semakin rusak ini dan akhirnya ikut hancur. Juga syarat pelayanan di akhir zaman tetap “suami seorang istri” (1Tim 3:2) sekalipun dalam dunia hal ini sudah kuno, sebab mereka mempunyai kebebasan dalam kebudayaan yang “baru”).
Peganglah prinsip nikah ini dengan banyak berdoa dalam Roh, kalau tidak rumah tangga akan hanyut dalam arus perzinahan ini dan hancur, rohani hancur, akhirnya di Neraka.
2. DI DALAM MULUT.
Mulut ini untuk merasakan/ menikmati. Mereka mengambil istri hanya untuk dirasakan dengan hawa nafsunya saja, sebagai mangsa atau akibat perbudakan hawa nafsunya belaka.
Sebab itu hidup nikah seperti ini tidak tahan lama. Hanya sebentar, sebab nafsu itu cepat bosan. Rumah tangga menjadi tawar, rusak dan berantakan.
Nafsu itu tidak stabil, tidak setia, tidak tetap, dapat cepat berubah, ingat 2Sam 13:15 habis manis sepah dibuang.
Nafsu itu seringkali tidak mengandung kasih. Nafsu dan Kasih itu tidak sama. Ingatlah akan laba-laba betina yang besar nafsunya tetapi tiada kasih.
Ada sejenis binatang dari golongan laba-laba yang mempunyai naluri sex yang kuat, tetapi tidak mempunyai kasih. Laba-laba betinanya sangat kuat dan sangat besar dibandingkan dengan yang jantan (yang sangat kecil).
Pada waktu musim kawin, laba-laba jantan mendatangi sang betina; tetapi segera selesai, si jantan langsung melompat lari secepat kilat! Mengapa? Sebab kalau si jantan tidak lari, ia akan dibunuh dan dimakan oleh sang betina “kekasihnya” yang sangat lapar!
Ada naluri sex (bahkan sangat besar) tetapi tidak ada kasih.
Definisi Kasih menurut dunia dan menurut Alkitab itu lain. Dunia sulit membedakan antara nafsu dan kasih.
Tetapi Firman Tuhan memberikan definisi yang jelas tentang kasih/ cinta ini (1Kor 13). Nafsu itu tidak dapat menunggu, egoistis, tidak berani korban, suka mencuri, tidak berjalan dalam terang, tidak tahu aturan dan seterusnya. Jangan hidup menuruti nafsu saja seperti beruang ini. Jangan meniru cara raja-raja dosa ini, kawin hanya berdasar- kan hawa nafsunya saja, sehingga lekas bosan lalu kawin berulang-ulang dan bersundal tanpa batas dan tanpa malu. Semua orang- orang yang akan menikah hendaknya memilih istri dalam hal yang kudus dan hormat (1Tes 4:4).
3. DIGIGIT  DI ANTARA GIGI-GIGI
Tulang rusuk itu untuk menjadi istri, menjadi badan, untuk dicintai dan dilindungi (Ef 5:28-29), bukan untuk digigit. Istri bukan untuk digigit dan sewaktu-waktu diludahkan keluar.
Istri itu seperti badan/ tubuh bagi suami (yang menjadi kepala dari tubuh tersebut).
Kalau “kepala” dan “tubuh” dipisah, mati. Firman Tuhan tidak mengizinkan perceraian dengan alasan apapun jua (Mat 19:6). Perceraian itu dosa perzinahan dan jahat. Niat ceraipun tidak boleh, itu merusak keharmonisan dan ketenangan rumah tangga. Kalau hati sesudah penuh dengan dosa, lebih-lebih dosa perzinahan, maka kasih suami istri menjadi tawar. Dengan istri sendiri tidak cinta, tetapi “cinta” (=bernafsu) dengan perempuan lain. Kalau tidak ada kasih, tetapi dekat terus satu sama lain, maka akan timbul kebosanan, mudah salah faham, mudah berkelahi kemudian benci sehingga niat perceraianpun tumbuh makin kuat. Suami atau istri yang mempunyai niat cerai, (sebab dosa-dosa zinah sudah masuk), akan saling bergigit-gigitan terus, dan saling telan menelan.
Galatia 5:15 Tetapi jikalau kamu sa ling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Tidak ada damai, selalu ribut dan berkelahi. Sedikit-sedikit sudah berkelahi dan saling menyakiti, seperti tulang- tulang rusuk yang digigit beruang ini. Ini keadaan yang tidak baik dan tidak betul. Ini hidup nikah yang rusak.
Jangan saling menggigit, tapi saling mengasihi. Orang yang rusak hidup nikahnya (atau kesucian bujangnya) juga rusak hidup rohaninya dan ini kerusakan yang berat, sebab ini erat hubungannya dengan kerusakan hidup kekalnya.
Zinah itu dosa yang lain dari pada yang lain (1Kor 6:18, 2Kor 7:1), itu merusak rencana Allah yang indah dalam hidup seseorang (Kej 49:1-4 Mat 1:25).
Taburlah hidup ini dalam kesucian, baik waktu bujang juga waktu sudah menikah, maka kita akan heran dan penuh syukur melihat penuaian yang indah dari Tuhan (Gal 6:7-8).
ORANG-ORANG BERKATA KEPADANYA.
Ini perkataan orang banyak, masyarakat pada umumnya. Ini sudah menjadi umum, menjadi kebudayaan “baru” diakhir zaman ini yaitu kebudayaan hawa nafsu, kebudayaan porno, kebudayaan daging. Akan ada kesempatan yang limpah untuk menuruti hawa nafsu, di mana-mana di seluruh dunia. Sebab ini sudah menjadi kebudayaannya bahkan menjadi kemuliaannya (Pil 3:19). Kalau tidak di rem oleh Allah (dengan penyakit-penyakit yang hebat seperti AIDS, Hepatitis-B dan lain-lain, sesuai dengan nubuatan Firman Tuhan  dalam Wah 2:22, maka lebih banyak lagi orang-orang beriman yang gugur dalam kebudayaan dosa yang hebat di akhir zaman ini.
Wahyu 2:22 Tengoklah, Aku akan menjatuhkan dia sakit ke atas tempat tidurnya, dan mereka itu yang berzinah dengan dia masuk ke dalam kesusahan yang besar, kecuali mereka itu bertobat daripada mengikut segala perbuatan perempuan itu (TL).
Jangan ikut orang banyak dalam dosa.
Keluaran 23:2a Jangan engkau turut- turut kebanyakan orang melakukan kejahatan,
Keluarlah dari segala kebudayaan yang bejat ini, supaya jangan sama-sama kena hukumannya.
Wahyu 18:4 Lalu aku mendengar suara lain dari Surga berkata: “Pergilah kamu, hai umatKu, pergilah dari padanya supaya jangan mengambil bagian dalam dosa- dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.
Jangan dijamah, jangan dicoba atau diicipi, nanti terjerat di dalamnya, tidak  dapat lepas lagi dan itu berarti binasa selama- lamanya dalam Neraka.
2Korintus 6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, fir man Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
Lukas 5:39 Maka tiada seorangpun yang minum air anggur yang lama, (kesukaan dosa) ingin akan anggur yang baharu (kesukaan dari Tuhan), karena katanya: Yang lama itulah sedap rasanya (TL).
Tidak  mudah hidup melawan arus. Ikan yang hidup yang mempunyai sirip dan sisik (ini yang halal, Imamat 11) itu dapat hidup melawan arus, tetapi ikan yang mati akan hanyut terbawa arus. Begitu juga orang-orang yang rohaninya mati (sekalipun masih mengaku Kristus) akan hanyut dalam arus kebudayaan dosa yang bejat ini, hanyut dan binasa. Tetapi orang-orang beriman yang dipimpin Roh, ia dapat hidup melawan arus dunia yang najis ini.
BANGKITLAH BERDIRI (TB: AYO!)
Ajakan dan dorongan  itu akan makin bertambah-tambah kuat di mana- mana di seluruh dunia, dalam segala segi hidup.
Di mana-mana ada perangsangan dan godaan hawa nafsu yang nyata-nyata dan tidak malu-malu. Gambar-gambar, film-film, Video, percakapan dan pergaulan porno, semua penuh dengan perangsangan-perangsangan. Hampir kebanyakan rekreasi dan hiburan dalam dunia ini “bernafas porno” sehingga di mana-mana orang dirangsang terus menerus. Apalagi manusia itu lemah, tidak mempunyai cukup kemampuan untuk menguasai hawa nafsunya sendiri, bahkan manusia itu budak hawa nafsunya. Tidak heran kalau semua orang rusak, juga orang-orang Kristen yang “mati”.
MAKANLAH (LAHAPLAH)  OLEHMU DAGING BANYAK.
Ini slogan orang-orang akhir zaman, melahap daging sebanyak-banyaknya, terus menerus menuruti daging dan nafsunya dengan rakus.
Mereka selalu dipimpin oleh hawa nafsunya, baik dalam berkata-kata dan bersikap, baik dalam bekerja dan berpikir, dalam rencana dan angan- angannya, bahkan dalam segala perbuatannya. Apalagi iblis sudah membuka jalan sehingga ada kesempatan yang limpah untuk hidup dalam kedagingan. Segala macam dosa dilegalisir, diizinkan, diresmikan, bahkan orang berlomba-lomba merebutnya menjadi kemuliaannya (Pil 3:19) sehingga kesempatan untuk hidup sebagai binatang makin terbuka amat luas.
Lukas 17:26-27 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari- hari anak manusia;Mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
Wai, celaka bagi orang Kristen yang kanak- kanak,yang lemah,yang tidak penuh dan tidak dipimpin Roh,yang tidak mempunyai pengertian Firman Tuhan yang mendalam,mereka semua akan hanyut dan gugur dalam arus budaya dosa ini. Ini sudah dinubuatkan dalam Alkitab, yaitu akan ada kejatuhan yang begitu banyak (2Tes 2:3, 1Tim 4:1).
Kita harus hidup menurut kebenaran Firman Tuhan, misalnya Ams 22:3 1Tes 5:22 1Yoh 5:8 Rom 13:14 Kol 3:5, Mat 26:41, Kis 1:8, Zak 4:6, Pil 4:13 dan lain-lain).
Hanya hidup yang beralas dalam Firman Tuhan serta doa dalam Roh dan kebenaran yang dapat menyelamatkan kita dari kejatuhan. Nuh taat kepada Firman Tuhan dengan segenap hatinya, sebab itu ia sekeluarga terpelihara (Kej 6:22).
Tetapi hidup seperti ini untuk ukuran orang zamannya dianggap seperti orang gila; sehari-harian hanya membangun kapal untuk bahaya yang tidak nampak.
Begitu orang beriman pada akhir zaman ini, hidupnya penuh dengan usaha membangun kapal rohani untuk kehidupan kekal yang belum nampak. Hanya orang-orang semacam ini yang dapat lepas dari pengaruh dunia yang jahat. Orang yang tidak mau menjadi “gila” seperti Nuh akan menjadi gila dalam dosa- dosa orang dunia.
Betapa sukarnya bertahan dalam masa- masa yang jahat ini, bagi orang yang hanya “asal selamat”. Sebab mereka hanya membangun hidup jasmaninya dan tidak mau membangun kapal rohani nya seperti Nuh (Mat 19:23).
Jangan ikut cara hidup “melahap daging sebanyak-banyaknya”, nanti mabuk, pasti jatuh dan binasa.
Jangan ingin, jangan dijamah, larilah daripadanya dan masuklah dalam kesu- kaan anggur yang baru dari Rohkudus dan FirmanNya (1Tes 5:22, 2Kor 6:17).
BAGAIMANA SEKARANG?
Bagaimana caranya kita menghadapi hari-hari yang akan datang yang jenuh dengan segala macam dosa, termasuk dosa-dosa sex ini. Kita akan melihat ada 2 golongan yang dapat menjadi contoh bagi kita, yaitu:
A. Golongan yang tetap mau menuruti hawa nafsunya dan melawan Allah, akhirnya akan binasa dan dibuang ke Neraka kekal.
B. Golongan yang lain, yiatu yang tetap memelihara kesuciannya sehingga tumbuh dalam rencana Allah yang indah-indah. Juga termasuk orang-orang yang rusak tetapi mau sungguh-sungguh bertobat sehingga hidupnya yang luka dan rusak diperbaiki dan ia masih dapat menikmati hidup yang bahagia di dalam Tuhan sampai kekal selama-lamanya di dalam Kerajaan Sorga.
A. PAHIT DAN KERAS HATI DI DALAM HAWA NAFSUNYA
Markus 6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodiah istri Pilipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai istri.
HERODIAH DAN HERODES
Herodiah adalah seorang perempuan yang cantik, genit dan jahat, penuh dengan ketamakan yang keji. Herodes adalah raja yang jaya, besar dan berkuasa, tetapi sangat bengis. Mula-mula Herodiah adalah istri Pilipus, yaitu saudara Herodes.
Tetapi Herodiah yang tamak yakin kalau ia menjadi istri Herodes (yang lebih besar dari suaminya yang sekarang, yaitu saudara Herodes) ia akan lebih senang. Memang orang berdosa itu selalu kena tipu setan. Dikira dengan banyak uang dan kuasa ia akan menjadi lebih bahagia sekalipun harus menempuh jalan maksiat.
Sebab itu Herodiah “pindah” dengan begitu gampang, dari Pilipus kepada Herodes. Tidak tertuduh? O, Tidak! Memang perasaan hatinya sudah rusak, asal senang, semua jalan dihalalkan, inilah kesesatan orang yang gila hormat, gila kedudukan, gila kekayaan (gila = ikatan!!).
“Nabi” Yohanes (Yohanes pembaptis) datang menegur. Herodes yang jahat itu mulai gelisah, tetapi Herodiah sama sekali tidak peduli, bahkan ia memaksa Herodes untuk menangkap Yohanes. Lalu Herodiah mencari jalan untuk membunuh Yohanes dan akhirnya ia berhasil mendapatkan kepala Yohanes di atas baki (hanya kepala, tanpa tubuh, kaki dan tangan!).
Ini orang yang mata gelap sebab menuruti hawa nafsunya, jadi begitu kejam. Ingin harta, ingin kuasa dan kedudukan, ingin kemewahan lalu……….. menjual diri, selagi masih laku, sebelum layu. Memang manusia diciptakan sebagai mahluk yang bebas, boleh berbuat sesuka hatinya, tetapi satu kali kelak ia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di hadapan pengadilan Allah untuk kekal!
Dunia semakin banyak berisi orang- orang laki dan perempuan seperti Herodes dan Herodiah ini, sebab mereka tidak mau berhenti dari pada menuruti nafsunya, seperti binatang yang tidak tahu malu dan tidak tahu batas.
Siapa Herodes dan Herodiah ini?
Banyak orang mengiria dirinya bukan seperti itu. Tetapi makin lama akan ternyata bahwa benih-benih Herodes dan Herodiah itu ada dalam tabiat manusia!
Memang tumbuhnya tidak sama, tetapi kalau tumbuh terus, semua akan menjadi mata gelap, atau “gila” seperti Herodes dan Herodiah!
Justru akhir zaman ini, dengan teknologi yang canggih, kemakmuran yang meningkat dengan liburan setiap Sabtu Minggu dan dengan segala perangsangan dan dorongan dosa yang kuat, hampir semua orang akan terjerumus ke jalan Herodes dan Herodiah. Kecuali kalau ia mau percaya kepada Tuhan Yesus, maka ia akan bebas dari segala pengaruh jahat ini. Percayalah kepada Tuhan Yesus, maka kita akan disucikan sehingga terlepas dari hidup yang pahit, menderita dan tersiksa seperti orang-orang “binatang” yang dipimpin hawa nafsunya ini. Hidup seperti binatang ini bukanlah hidup yang bahagia. Sesungguhnya hidup dalam dosa seperti ini adalah hidup yang menderita, gelisah dan tiada damai yang sesungguhnya, sebab api Neraka sudah pasti baginya, belum lagi hukuman Allah selama di dunia seperti Kanker dan AIDS, mati mendadak dan dibunuh orang!
Hidup seperti Herodes dan Herodiah sekalipun mewah, itu tidak akan bahagia. Percayalah akan Tuhan Yesus maka hidup kita akan menang atas dosa dan hawa nafsu, sehingga tidak dirusakkan pengaruh dosa yang limpah ini dan tetap bahagia sampai sesudah matipun, di Surga yang indah dan kekal selama-lamanya.
B.  BAHAGIA DAN SUCI  DI DALAM TUHAN.
Ada orang yang luka dan rusak hidupnya, tetapi sebab mau bertobat dan percaya kepada Tuhan, Tuhan menyembuhkannya dan ia masih dapat berbahagia di dunia dan di Surga. Salah satu contoh orang semacam itu ialah raja Daud.
Mula-mula matanya tidak pernah puas melihat dan menuruti nafsunya, sebab itu hidup dan rumah tangganya rusak. Anak dengan anak memperkosa, berbunuh-bunuhan, tidak terdidik, kacau balau sehingga seluruh kerajaan juga kacau balau sebab keluarga Daud sendiri kacau akibat terlalu banyak mengejar perempuan.
Semua ini karena nafsunya yang terus dituruti. tetapi sesudah ditegur nabi Natan, ia insyaf dan ia sungguh- sungguh bertobat.
2Samuel 12:13-14 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud: “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu; engkau tidak akan mati. Walaupun demikian karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati”.
Sesudah bertobat ia mulai memakai imannya untuk mengalahkan nafsunya, sehingga hidup yang suci dan bahagia mulai bersemi lagi, dan luka-lukanya mulai sembuh, bahkan tabiatnya yang rusak berubah menjadi baru.
Memang kerusakan dosa yang berat seringkali menghancurkan rencana Allah yang indah-indah di dalam anak- anak Allah, sehingga masa depannya rusak sama sekali.
Ada seorang penderita AIDS yang bertobat sungguh-sungguh, tetapi Tuhan membiarkannya mati sebab waktu dan kesem patannya sudah diobral habis dalam nafsu-nafsu dosanya.
Meskipun ia mati, dosanya sudah diampuni dan jiwanya selamat. Kalau waktunya masih ada, Tuhan akan dan sanggup menyem buhkan sekalipun dari maut (1Pet 2:24).
Bertobatlah dan percayalah kepada Tuhan sebelum habis waktu dan kesempatan saudara. Bawa semua luka-luka dan kerusakan hidup saudara kepada Tuhan, ia penuh kasih dan pengampunan, asalkan kita mau bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh- sungguh.
Pemuda-pemudi yang sudah salah jalan, bertobatlah kepada Tuhan, percayalah kepada Tuhan Yesus, supaya jangan seluruh masa depan saudara rusak total. Bertobatlah sekarang sebelum hati saudara menjadi keras oleh tipu daya kemanisan racun dosa. Tuhan masih akan membuat suatu hidup yang baik dan Ia akan memberkati bahkan sampai kekal di Surga. Rumah tangga yang rusak, penuh kebencian, tidak dapat mengampuni satu sama lain, sudah hampir mau bercerai atau sudah bercerai, bertobatlah. Jangan terus dengan hidup yang pahit di dalam dosa. Percayalah pada Tuhan Yesus, Dia sanggup memperbaharui hidup yang rusak. Kalau kita masih hidup, itu berarti masih ada kesempatan untuk bertobat dan mengalami kasih Allah yang luarbiasa!
Anak terhilang pulanglah…
Percayalah akan Tuhan Yesus, maka Tuhan akan mengubah hidup kita menjadi baru, bebas dari dosa dan nafsu-nafsunya, lalu Tuhan akan membangun kembali hidup kita  di atas puing-puing yang berserakkan ini. Sesudah percaya, datanglah ke Gereja yang benar, yang melepaskan orang dari dosa dan mengajarkan segenap kebenaran Allah.
Bergabunglah dengan orang-orang yang sudah dilepaskan oleh Tuhan Yesus supaya saling menguatkan dan hidup ini akan menjadi bahagia!
Saudara yang sunggug-sungguh mau percaya kepada Tuhan Yesus, berdoalah dengan segenap hati sebagai berikut:
Tuhan Yesus, saya orang berdosa. Engkau mengenal hidupku ini. Sekarang saya percaya kepadaMu. Saya minta ampun, ampuni dan lepaskanlah saya dari semua ikatan dosa ini. Saya percaya bahwa sementara saya berdoa ini Engkau memberikan kekuatan baru padaku.
Sekarang saya bebas dari semua dosaku dan menjadi anak Allah di dalam Tuhan Yesus. Mulai sekarang saya akan bebas dan  bahagia di dalam Tuhan, saya dan seluruh keluarga saya. Terimakasih Tuhan Yesus. Saya berdoa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.